Bencana besar banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera telah berlalu sebulan. Pemerintah melakukan penanganan selama sebulan ini untuk memulihkan situasi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang menjadi kawasan terdampak bencana.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan pemerintah sudah bekerja sangat cepat dan masif dalam satu bulan pertama. Berdasarkan data dan fakta lapangan sejauh ini beberapa pekerjaan sudah terus menerus dilakukan.
Berdasarkan paparannya dalam akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet, Jumat (9/1/2026), Teddy memaparkan untuk jalan nasional, dari total 78 ruas, sudah 72 ruas yang tersambung. Kemudian, ada 17 jembatan bailey besar yang sudah tersambung dan 1.100 unit hunian sudah siap dipakai korban bencana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari layanan kesehatan seluruh rumah sakit sebanyak 87 unit dan 860 puskesmas sudah bisa melayani pasien. Sementara itu, sekolah, pasar dan kegiatan ekonomi juga telah berjalan secara berkala.
Paparan ini diungkapkan Teddy usai menghadiri undangan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian selaku Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera. Tito mengundang Teddy untuk melakukan rapat koordinasi di Kementerian Dalam Negeri Kamis kemarin.
Pertemuan tersebut juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, dan Kepala Staf Umum TNI selaku Wakil Ketua Satgas Richard Tampubolon serta dihadiri Sekjen setiap kementerian yang hadir.
"Pertemuan tersebut adalah tindak lanjut cepat atas arahan Presiden yang menunjuk Mendagri selalu Ketua Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi. Mendagri menyampaikan tim sudah bekerja aktif dengan mengoordinasikan petugas yang sudah berada di lokasi bencana serta menyempurnakannya dengan rencana cepat kedepan," tulis keterangan resmi Sekretariat Kabinet.
Memasuki bulan kedua pada akhir Januari ini, percepatan penanganan dengan perencanaan yang strategis akurat harus segera dieksekusi. Setelah menerima penugasan dari Presiden, Tito langsung mengontrol dan mengkoordinasi pelaksanaan pemulihan keadaan sesuai rencana strategis yang telah dibuat.
Simak juga Video '11,43% Lahan Padi di Sumatera Berpotensi Gagal Panen Buntut Bencana':
(hal/ara)










































