Akhir Proyek Gagal: Tiap Malam Satu Tiang Monorel Bakal Tumbang

Akhir Proyek Gagal: Tiap Malam Satu Tiang Monorel Bakal Tumbang

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 14 Jan 2026 12:26 WIB
Akhir Proyek Gagal: Tiap Malam Satu Tiang Monorel Bakal Tumbang
Tiang monorel dibongkar malam hari/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Tiang monorel yang berdiri di sepanjang Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan selama lebih dari 20 tahun secara resmi dibongkar mulai hari ini. Rencananya pembongkaran akan dilakukan pada malam mulai pukul 23.00 WIB sampai 05.00 WIB keesokan harinya.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan pembongkaran tiang-tiang monorel ini sengaja dilakukan pada malam hari untuk meminimalkan penutupan jalan serta mencegah terjadinya kemacetan.

"Karena kepadatan lalu lintas di Jakarta itu bahkan sampai jam 22.00, windows time-nya itu dari jam 23.00 sampai dengan pukul 05.00," kata Syafrin di lokasi pembongkaran tiang monorel Rasuna Said, Rabu (14/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam hal ini, Dinas Bina Marga Provinsi Jakarta menargetkan proses pemotongan dan pembongkaran satu tiang monorel bisa rampung hanya dalam satu malam. Dengan begitu proses penutupan lajur lambat untuk pengerjaan proyek dapat dilakukan secara bertahap.

"Rencana satu tiang, satu malam. Sehingga untuk lajur lambatnya, jalur lambatnya, ini akan dilakukan penutupan secara staging (bertahap)," jelasnya.

ADVERTISEMENT

"Jadi misalnya di ruas ini yang akan ditutup, tadi di ujung kami lakukan penutupan, kemudian di bukaan depan itu otomatis yang dari lajur cepat itu bisa masuk ke jalur lambatnya. Demikian seterusnya sampai dengan di simpang Gatot Subroto nantinya," sambung Syafrin.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan untuk pembongkaran 'tugu prasasti' sisa proyek monorel yang sudah mangkrak sejak 2008 itu akan rampung pada September 2026 ini.

"Jumlah tiangnya ada 109 sampai dengan ujung Jalan Rasuna Said. Ini akan ditata rapi dan mudah-mudahan kemacetan juga akan berkurang. Mudah-mudahan September selesai," ucap Pramono.

Pramono menegaskan biaya pembongkaran tiang monorel tidak besar, yakni sekitar Rp 254 juta. Namun setelah itu pihaknya akan melakukan penataan kawasan secara menyeluruh mulai dari perbaikan jalan, drainase, trotoar, penerangan jalan umum, hingga penataan taman dan estetika kawasan. Sehingga total anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 100 miliar.

"Yang Rp 100 miliar itu bukan untuk motong tiangnya. Motongnya hanya Rp 254 juta. Yang besar itu penataannya," tegasnya.

Untuk diketahui, pembangunan proyek monorel sendiri pertama kali dimulai pada 2004 silam. Namun setelah beberapa tahun berjalan, proyek ini malah dibiarkan mangkrak karena kurangnya pendanaan.

Sejatinya proyek monorel Jakarta ini sempat ingin dihidupkan kembali oleh Joko Widodo (Jokowi) saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Sayangnya rencana itu gagal dilanjutkan dan proyek ini malah dibiarkan terbengkalai hingga sekarang.

Alhasil sejak 2008 saat proyek pertama kali terhenti hingga saat ini, tiang-tiang monorel dibiarkan terbengkalai begitu saja, bagai tugu bersejarah atau prasasti pengingat kegagalan proyek tersebut.

Tonton juga video "Pramono Resmi Bongkar Tiang Monorel yang Mangkrak di Jakarta"

(igo/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads