PT MRT Jakarta (Perseroda) mendapatkan mandat dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membangun jembatan pejalan kaki yang menghubungkan berbagai moda transportasi di kawasan Dukuh Atas. Rencananya, proyek tersebut akan groundbreaking pada Mei atau Juni mendatang.
"Dan kami punya mandat dari Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur untuk membangun pedestrian deck, di simpang Sudirman dan Dukuh Atas ini untuk menyatukan empat kuadran yang saat ini tidak tersambung," ujar Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat dalam acara peresmian Tahilalats Station di Jakarta Pusat, Rabu (14/1/2026).
Tuhiyat menerangkan proyek ini diperuntukkan khusus bagi publik dan pejalan kaki demi meningkatkan jumlah penumpang (ridership) transportasi umum. Nantinya, proyek tersebut akan mengintegrasikan berbagai moda transportasi di kawasan Dukuh Atas, seperti LRT Jabodebek, Stasiun KRL, hingga Stasiun MRT Dukuh Atas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi ada kuadran di bagian sisi BNI, itu tidak akan bisa nyambung orang menyebrang ke Landmark, enggak bisa. Begitupun dari sisi BNI mau ke Tanjung Karang, posisi di lobby, itu enggak bisa. Saat ini coba kami atasi dengan cara membangun satu pedestrian deck untuk publik," tambah Tuhiyat.
Ia pun menargetkan proyek ini dapat mulai pembangunan pada pertengahan tahun ini. Saat ini, proses desain dan uji tanah (soil test) tengah dikebut.
"Insyaallah pertengahan tahun ini kita lakukan groundbreaking. Kami sudah berlangsung sekarang, desain kita percepat, kemudian soil test kita lakukan. Mudah-mudahan ini kita bisa lakukan di bulan Mei atau bulan enam kita lakukan groundbreaking," terang ia.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menjelaskan proyek ini menjadi solusi atas terputusnya akses pejalan kaki di kawasan integrasi tersebut. Nantinya, masyarakat yang datang dari arah Blora, Jalan Galunggung, hingga Stasiun MRT akan terhubung tanpa sekat.
"Itu secara keseluruhan empat kuadran akan terhubung secara utuh sehingga mobilitas masyarakat itu akan lebih mudah. Dan kemudian otomatis pada saat terjadi perpindahan moda, baik itu mulai dari LRT Jabodebek, kemudian dari KRL, Transjakarta, dan MRT di sini otomatis akan terjadi integrasi fisik secara utuh," ujar Syafrin.
Tonton juga video "Wajah Baru Jembatan Cijeruk Bandung Usai 2 Kali Ambruk"
(acd/acd)










































