Menteri PU Janji Tangani Jalan Berlubang: H-7 Lebaran Wajib Tertutup

Menteri PU Janji Tangani Jalan Berlubang: H-7 Lebaran Wajib Tertutup

Ilyas Fadilah - detikFinance
Rabu, 04 Feb 2026 14:45 WIB
Menteri PU Janji Tangani Jalan Berlubang: H-7 Lebaran Wajib Tertutup
Foto: Ilyas Fadilah
Jakarta -

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan seluruh jalan berlubang di jalur nasional dan tol harus tertangani sebelum arus mudik Lebaran.

Penutupan lubang menjadi kewajiban rutin setiap tahun dan akan diawasi ketat selama periode arus mudik. Selama H-7 hingga H+7, Kementerian PU menyiagakan pos-pos pengawasan di sejumlah titik.

"Jadi semua lubang itu kan mesti tertutup sebelum H-7. Itu kan sudah wajib. Jadi itu sudah kebiasaan kami dari dulu kan begitu. Dan kemudian H-7 sampai H+7 kan ada pos-pos itu di beberapa titik," ujarnya saat ditemui di Kompleks DPR RI, Jakarta, Rabu (4/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petugas di lapangan bertugas mengecek kondisi ruas secara berkala dan melakukan penambalan cepat jika ditemukan lubang baru.

ADVERTISEMENT

"Teman-teman yang stand by di pos itu tugasnya adalah selalu ngecek ruas jalan di wilayah dia, memastikan bahwa selama arus mudik ini, H-7 sampai H+7, tidak ada lagi lubang di sepanjang jalan. Kalau pun ada lubang, segera dilakukan patching-patching cepat," sambung Dody.

Ia menambahkan, SOP penanganan jalan untuk momen Lebaran, Natal, dan Tahun Baru sudah berjalan reguler. Direktorat Jenderal Bina Marga disebut telah menyiapkan langkah teknis agar perbaikan bisa dilakukan cepat tanpa menunggu kerusakan membesar.

Kementerian PU juga mengantisipasi dampak cuaca ekstrem selama musim hujan. Alat berat disiagakan di titik rawan banjir agar pembersihan dan perbaikan bisa dilakukan segera ketika terjadi genangan.

"Dan persiapan juga untuk ini, bencana karena hujan. Misalnya kan musim-musim mudiknya, atau musim-musim tahun baru, itu kan musim hujan. Jadi kita juga persiapan, misalnya menaruh beberapa alat berat di beberapa titik yang memang biasa banjir," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Dody juga membahas kerusakan jalan Pantura. Menurutnya, kondisi Pantura sudah masuk kategori preservasi jangka panjang sehingga tidak bisa ditangani dengan pendekatan tambal sulam.

Ia menyebut penanganan Pantura membutuhkan pekerjaan besar dan bersifat multiyears. Perbaikan menyeluruh akan dikerjakan bertahap, sementara perbaikan kecil tetap dilakukan agar arus mudik tidak terlalu terganggu.

"(Pantura) itu sepertinya pekerjaan multiyears, tidak bisa selesai cuma setahun, apalagi cuma sebulan-sebulan, nggak bisa. Jadi mungkin satu hal, kita mengerjakan secara besar, tapi kemudian kecil-kecil tetap di-patching supaya nanti masyarakat pada saat mudik kebaran tidak terlalu terganggu oleh jalan yang berlubang," tutupnya.

Lihat juga Video: Pramono Perbaiki Hampir 6.000 Jalan Berlubang Imbas Hujan di Jakarta

(acd/acd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads