Menteri PU soal Jalan Pantura Rusak: Tak Bisa Selesai Cuma Setahun

Menteri PU soal Jalan Pantura Rusak: Tak Bisa Selesai Cuma Setahun

Ilyas Fadilah - detikFinance
Rabu, 04 Feb 2026 15:57 WIB
Menteri PU soal Jalan Pantura Rusak: Tak Bisa Selesai Cuma Setahun
Foto: Ilyas Fadilah
Jakarta -

Jalur Pantura kembali menjadi sorotan. Rusaknya jalan Pantura menjadi salah satu hal yang disorot dalam rapat antara Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dan Komisi V DPR RI.

Merespons laporan kerusakan jalan Pantura dari Komisi V, Dody Hanggodo mengatakan kondisi Pantura sudah masuk kategori preservasi jangka panjang sehingga tidak bisa ditangani dengan pendekatan tambal sulam.

Ia menyebut penanganan Pantura membutuhkan pekerjaan besar dan bersifat multiyears. Perbaikan menyeluruh akan dikerjakan bertahap, sementara perbaikan kecil tetap dilakukan agar arus mudik tidak terlalu terganggu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"(Pantura) itu sepertinya pekerjaan multiyears, tidak bisa selesai cuma setahun, apalagi cuma sebulan-sebulan, nggak bisa. Jadi mungkin satu hal, kita mengerjakan secara besar, tapi kemudian kecil-kecil tetap di-patching supaya nanti masyarakat pada saat mudik Lebaran tidak terlalu terganggu oleh jalan yang berlubang," sebut Dody di Kompleks DPR RI, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

ADVERTISEMENT

Dalam rapat kerja dengan Dody, Anggota Komisi V DPR RI, Haryanto, menyoroti kondisi jalan Pantura. Kondisi jalan Pantura menjadi perhatian di tengah curah hujan yang tinggi.

Rusaknya jalan pantura mengganggu pengiriman logistik, termasuk bahan-bahan makanan. Padahal jalur Pantura merupakan jalur penting bagi perekonomian nasional.

"Berkaitan dengan curah hujan tinggi dan banjir, jalan nasional Pantura ini satu-satunya jalan yang mobilitasnya tinggi dan jalur ekonomi dan pengiriman barang maupun barang-barang makanan dan lain-lain. Sehingga banyak terkendala karena rusak," ujar Haryanto.

Oleh karena itu, ia meminta Dody melakukan perbaikan secara menyeluruh atas kerusakan di Jalan Pantura. Apalagi, kata dia, kondisi saat ini sudah mendekati periode Ramadan dan Idulfitri, yang mana arus lalu lintas di sana akan meningkat.

"Oleh karena itu jalur Pantura ini agar dapat perhatian dapat perservasi, pemeliharaan paling tidak, apalagi ini mendekati bulan suci Ramadan, kemudian nanti lebaran. Itu pasti aktivitasnya tinggi, karena tidak mungkin jalur ini semua mengalih ke tol," tutupnya.

Tonton juga video "Jalan Pantura Semarang-Demak Banjir, Motor Tak Bisa Lewat"

(acd/acd)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads