4.401 Hunian Sementara di Aceh Selesai Dibangun, Ini Rinciannya

4.401 Hunian Sementara di Aceh Selesai Dibangun, Ini Rinciannya

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Sabtu, 07 Feb 2026 09:30 WIB
4.401 Hunian Sementara di Aceh Selesai Dibangun, Ini Rinciannya
Ilustrasi/Foto udara proyek pembangunan hunian sementara di Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Senin (2/2/2026). /Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI
Jakarta -

Kasatgaswil Aceh, Safrizal ZA, melaporkan sebanyak 4.401 unit hunian sementara (huntara) telah selesai dibangun di seluruh wilayah terdampak bencana Provinsi Aceh. Ribuan huntara itu tersebar di berbagai kabupaten/kota terdampak.

Secara rinci, kabupaten Aceh Utara menjadi daerah dengan jumlah huntara terbanyak yakni 1.015 unit, kemudian Kabupaten Aceh Tamiang 1.000 unit, Kabupaten Gayo Lues 530 unit, Kabupaten Aceh Timur 529 unit, dan Kabupaten Bener Meriah 455 unit.

Selanjutnya Kabupaten Pidie Jaya telah rampung 410 unit huntara, Kabupaten Aceh Tengah 300 unit, Kabupaten Nagan Raya 70 unit, Kota Lhokseumawe 50 unit, Kabupaten Pidie 12 unit, dan Kota Langsa 30 unit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pembangunan huntara telah rampung 4.401 unit atau setara dengan 26% dari jumlah keseluruhan yang saat ini sedang dan akan terus dibangun sebanyak 15.956 unit. Pemerintah melalui Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) akan terus mengawal sampai semua tercapai. Kita kebut dan terus percepat" ujar Safrizal dalam keterangan tertulis, Sabtu (7/2/2026).

ADVERTISEMENT

Sementara itu, dengan penyelesaian lebih dari 4.000 unit huntara ini, jumlah pengungsi yang mendiami tenda-tenda darurat juga terus mengalami penurunan. Meski saat ini masih terdapat 74.120 atau 19.019 kepala keluarga yang masih tersebar di 986 titik pengungsian di 10 kabupaten/kota.

Safrizal menambahkan dari aspek pemulihan ekonomi, sebanyak 465 pasar rakyat di Provinsi Aceh telah kembali aktif, membantu menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Selain itu, 641 rumah ibadah telah kembali difungsikan, menandai pulihnya kehidupan sosial dan keagamaan warga.

"Di sektor pembersihan lumpur, Kementerian PUPR dari 235 lokasi sasaran pembersihan di Aceh, sebanyak 129 lokasi telah selesai ditangani, sementara 106 lokasi lainnya masih dalam proses. Pembersihan ini menjadi fondasi penting untuk memulihkan permukiman, fasilitas umum, dan aktivitas ekonomi warga, termasuk Komplek Kantor Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang yang sudah siap digunakan setelah sebelumnya terkena dampak yang parah" paparnya.

Sementara dari aspek kesehatan, Safrizal menambahkan seluruh fasilitas kesehatan terdampak tetap berfungsi. Tercatat 146 fasilitas kesehatan di Aceh terdampak bencana namun tetap operasional. Namun dua puskesmas menjalankan pelayanan di luar gedung, yakni Puskesmas Lokop di Aceh Timur dan Puskesmas Jambur Lak Lak di Aceh Tenggara.

Sementara itu, sektor pendidikan juga terdampak dengan 1.204 fasilitas pendidikan, namun proses belajar mengajar terus diupayakan tetap berjalan. Dari sisi infrastruktur dasar, pembangunan sarana air bersih dan sanitasi terus dikebut. Di Aceh, 614 sumur bor telah selesai dibangun, satu unit masih dalam proses, dan empat unit dalam tahap persiapan.

"Untuk fasilitas MCK, 46 unit telah rampung, sementara 26 unit lainnya masih dalam pengerjaan, guna menjamin kesehatan lingkungan masyarakat terdampak, Semoga semua dimudahkan, Insyaallah jelang Ramadhan ini progresnya terus signifikan," pungkas Safrizal.

(igo/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads