MRT Pesan 336 Pintu Tepi Peron ke China buat Lintas Thamrin-Kota

MRT Pesan 336 Pintu Tepi Peron ke China buat Lintas Thamrin-Kota

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 27 Feb 2026 17:25 WIB
Ilustrasi
Foto: Rifkianto Nugroho/detikfoto
Jakarta -

PT MRT Jakarta (Perseroda) melakukan pengadaan sebanyak 336 unit pintu tepi peron (platform screen doors) untuk memenuhi kebutuhan tujuh stasiun bawah tanah yaitu Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok dan Kota. Pengadaan tersebut berasal dari Panasonic, selaku penyedia teknologi asal Jepang dengan pabrikasi unit yang berada di China.

Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan pintu tepi peron yang akan melengkapi proyek Fase 2A ini telah memasuki tahap acceptance test. Sementara itu, untuk segmen Bundaran HI-Monas sudah dalam proses pengiriman ke Jakarta untuk mengejar target penyelesaian pada akhir 2027 mendatang.

"Sejauh ini MRT Jakarta masih menargetkan penyelesaian segmen 1 Bundaran HI-Monas pada akhir 2027 mendatang. Oleh karena itu seluruh paket kontrak fase 2A saat ini sedang bekerja seoptimal mungkin," ujar Tuhiyat dalam keterangan tertulis, Jumat (27/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pintu tepi peron merupakan dinding pembatas antara area peron dan jalur rel (track). Tujuan penggunaannya ialah sebagai aspek keselamatan pelanggan saat berada di peron stasiun.

ADVERTISEMENT

Selain itu, pintu tepi peron mencegah penggunaan energi berlebihan dari penyejuk udara stasiun yang masuk ke area terowongan sehingga mengoptimalkan penghematan energi. Pintu ini akan terintegrasi dengan sistem persinyalan sehingga akan otomatis terbuka ketika kereta datang.

Sebagai informasi, pintu tepi peron di stasiun bawah tanah menggunakan tipe full height. Sementara itu, di stasiun layang menggunakan half height.

Pada pembangunan fase 2A lin utara selatan ini, pengadaan platform screen doors menjadi bagian dari paket kontrak CP205 Sistem Perkeretaapian dan Rel (railway systems and track) yang dikerjakan oleh Sojitz Corporation.

Pekerjaannya meliputi gardu induk (substation system), sistem distribusi daya (power distribution system), listrik aliran atas (overhead contact system), persinyalan (signaling), telekomunikasi, Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), rel (track) dan pintu tepi peron (platform screen doors) dengan nilai kontrak sebesar Rp 4,2 triliun.

Pada 2019 lalu, pintu tepi peron yang ada di 13 stasiun di fase 1 lin utara selatan mendapatkan penghargaan International Innovation Awards (IIA) 2019 yang diselenggarakan oleh Enterprise Asia di Singapura dalam kategori layanan jasa transportasi. Kehadirannya dianggap mempercepat perubahan budaya mobilitas masyarakat menjadi lebih tertib dan disiplin saat mengantre masuk ke ratangga atau berada di area peron.

(aid/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads