Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria dan Menteri PKP Maruarar Sirait melakukan peninjauan lahan untuk program 3 juta hunian rakyat di lahan aset KAI di Jalan Kemukus Stasiun Jakarta Kota, Jakarta Barat.
Maruarar atau Ara menyampaikan sebelum melakukan kunjungan ke lokasi ini, ia ke Stasiun Tanah Abang untuk melakukan survei untuk pembangunan rumah susun subsidi. Ia mengatakan pemerintah juga tengah menyusun berbagai aturan, termasuk regulasi terkait rumah susun subsidi.
Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan skema pembiayaan alternatif melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dalam pembangunan hunian tersebut.
"Tanahnya tetap milik negara, kemudian yang bangun swasta, kemudian dikembalikan kepada negara," ujar Ara di Kawasan Kota Tua, Jakarta, Minggu (5/4/2026).
Adapun pihak swasta yang sudah menyanggupi akan membangun hunian tersebut yakni PT Astra Internastional Tbk. Chief of Corporate Affairs PT Astra International Tbk, Boy Kelana Soebroto menyampaikan pihaknya akan membangun 1.000 unit hunian. Di mana satu unit hunian tersebut berukuran 35 meter persegi dengan dua kamar dan satu kamar mandi.
"1.000 unit rumah layak huni, Pak, rumah susun. Satu unitnya ada dua kamar, ukurannya 35 meter, ada satu kamar mandinya juga," ujar Boy.
Kapan dibangunnya hunian tersebut, Boy mengatakan pembangunan hunian akan dimulai ketika lahan tersebut sudah disediakan oleh negara. Diharapkan pembangunan ini akan dimulai tahun ini.
"Segera setelah konfirmasi lahannya negara sudah tersedia," ujar Boy.
Terkait lokasinya, Ara mengatakan bakal mengikuti keputusan dari BP BUMN dan KAI yang mempunyai lahan tersebut.
"Dalam kunjungan kerja, hari ini ada kepastian, ada 1.000 rusun yang dibangun oleh Astra ya, dan itu akan di tanah kereta api, lokasinya kami akan menunggu daripada Pak Doni, dan juga Dirut Kereta Api," ujarnya.
Di tempat yang sama, Dony Oskaria mengatakan saat ini pihaknya bersama KAI tengah mengkaji di mana saja lokasi yang bakal dibangun hunian tersebut. Ia mengatakan keputusan lokasinya akan ditentukan dalam waktu dekat.
"Barusan kita melihatmeninjau kesiapanlahan yang akan kitapergunakan untuk pembangunanrumah tadi, MBR dan MBTdan insyaallah mudah-mudahan segera akan kitatentukan dan ini juga bagiandaripada program pemerintahuntuk menyediakan rumah bagi masyarakatIndonesia," katanya.
(acd/acd)