Dermaga dan Kapal di Gilimanuk Bakal Ditambah demi Cegah Kemacetan

Dermaga dan Kapal di Gilimanuk Bakal Ditambah demi Cegah Kemacetan

Andi Hidayat - detikFinance
Senin, 13 Apr 2026 22:29 WIB
Foto udara sejumlah kendaraan antre memasuki kapal di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Senin (24/3/2025). Melonjaknya volume kendaraan arus mudik Idul Fitri dari Bali menuju Jawa, menyebabkan antrean panjang hingga enam jam untuk memasuki kapal.
Kepadatan di Pelabuhan Gilimanuk.Foto: ANTARA FOTO/Budi Candra Setya
Jakarta -

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana menambah dermaga di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Bali. Langkah ini menjadi salah satu upaya menekan kepadatan penyeberangan di pelabuhan Gilimanuk-Ketapang.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menjelaskan langkah ini juga dilakukan di pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni.

Rencana menambah dermaga ini juga telah dikomunikasikan dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Bali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di Gilimanuk kemarin kan kita ada pembicaraan dengan Gubernur Bali, salah satunya adalah kita ingin menambah dermaga plengsengan di wilayah Bali, supaya kita bisa memecah arus penyeberangan seperti yang kita lakukan di Merak-Bakauhuni," ujar Dudy kepada di Gedung DPR, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Selain itu, Dudy juga berencana menambah kapal besar di pelabuhan penyeberangan Gilimanuk-Ketapang. Selain itu, Kemenhub juga menyiapkan buffer zone untuk kendaraan yang sedang antre penyeberangan.

ADVERTISEMENT

"Kita berupaya untuk menambah kapal besar, sehingga volume angkut dari para penyeberang bisa menjadi bertambah dan juga menyiapkan buffer zone untuk kendaraan-kendaraan yang belum atau sedang mengantri untuk melakukan penyeberangan. Itu yang kita harapkan bisa kita kerjakan di tahun depan," pungkasnya.

Sebagai informasi, kemacetan panjang terjadi di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk, Bali. Antrean kendaraan terpantau terjadi hingga 32 kilometer (km) dan membuat beberapa pemudik tumbang.

Kemacetan horor ini terjadi karena kapasitas Pelabuhan Gilimanuk tak mampu menampung peningkatan volume penumpang dan kendaraan yang terjadi imbas dempetnya libur lebaran dengan Hari Raya Nyepi. Masyarakat yang mau keluar Bali memulai perjalanan lebih dulu sebelum pelabuhan ditutup karena Hari Raya Nyepi.

"Ini kan berdekatan liburan Nyepi kemudian libur Lebaran. Ini memang ada peningkatan volume. Volume dari Gilimanuk, ini ada peningkatan yang menuju Jawa," ujar Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, kepada detikcom, Senin (16/3/2026).

(ahi/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads