Prabowo Rapat Bahas Proyek Giant Sea Wall, Kapan Mulai Dibangun?

Prabowo Rapat Bahas Proyek Giant Sea Wall, Kapan Mulai Dibangun?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 20 Apr 2026 16:55 WIB
Presiden Prabowo Subianto (dok. YouTube Setpres)
Foto: Presiden Prabowo Subianto (dok. YouTube Setpres)
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto hari ini melakukan rapat terbatas membahas perkembangan proyek Giant Sea Wall. Beberapa pejabat dipanggil ke Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, salah satunya adalah Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (Pantura) Didit Herdiawan Ashaf.

Didit mengaku dia hanya melaporkan progres terkini perencanaan pembangunan tanggul laut, belum ada keputusan terbaru yang diambil dalam rapat siang ini.

"Masih dalam tahap perencanaan dan kita akan mendalami lagi untuk kegiatan-kegiatan yang ada kaitannya dengan konstruksi," ungkap Didit usai pertemuan, Senin (20/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika ditanya kapan pembangunan mau dilakukan, dia hanya menyatakan pembangunan bisa dipercepat. Hanya saja belum ada target yang rinci untuk pembangunan tersebut.

"Target pembangunan ya dalam waktu yang belum ditentukan, tetapi paling tidak bisa dipercepat," sebut Didit.

ADVERTISEMENT

"Rencana dari hasil hitungan masih dihitung waktunya, karena kan berkaitan sama resources yang ada di Indonesia kita manfaatkan semua. Jadi, salah satu yang utama kita bisa memanfaatkan soal lingkungan jadi kita absorb hal-hal yang ada kaitannya dengan waste," lanjutnya menjelaskan.

Didit juga enggan bicara ketika ditanya berapa kebutuhan investasi dan rencana pendanaan yang mau dilakukan untuk proyek tersebut.

Libatkan Kampus Lokal

Di sisi lain, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyatakan proyek ini akan melibatkan hasil penelitian di kampus-kampus yang ada di Indonesia. Seperti misalnya hasil penelitian yang sudah digunakan pada pembangunan tanggul laut di proyek Tol Demak-Semarang.

"Jadi dosen-dosen yang selama ini penelitian-penelitian yang ada di kampus yang mendukung untuk percepatan dan menjadi lebih efisien tentang pengembangan Giant Sea Wall itu diminta untuk terlibat," papar Brian di tempat yang sama.

Minggu depan, Brian mengatakan pihaknya akan langsung mengundang beberapa guru besar yang memiliki keahlian untuk membuat tanggul laut ikut memaparkan pemikirannya.

"Iya jadi langsung nanti minggu depan kami akan mengundang beberapa guru besar yang memang sudah memiliki keahlian dan terlibat pada beberapa kasus untuk beberapa projek, ya. Untuk pembuatan daratan, reklamasi dan sejenisnya itu kita akan ajak untuk bertemu dengan Kepala Badan Otorita Tanggul Laut di Indonesia," beber Brian.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads