Nindya Karya Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat, Target Rampung Juni 2026

Karya Merah Putih

Nindya Karya Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat, Target Rampung Juni 2026

Rahmat Khairurizqi - detikFinance
Senin, 04 Mei 2026 19:20 WIB
Nindya Karya
Foto: Dok. Nindya Karya
Jakarta -

PT Nindya Karya terus mendorong pembangunan Sekolah Rakyat (SR) sebagai langkah konkret dalam mendukung Instruksi Presiden Prabowo Subianto, dalam memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui Pendidikan gratis berasrama dan memperluas akses pendidikan di Indonesia.

Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya percepatan pembangunan sekolah rakyat di berbagai daerah, khususnya untuk menjangkau masyarakat di wilayah terpencil yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas pendidikan.

PT Nindya Karya sebagai Perusahaan BUMN Konstruksi tidak hanya membangun sebuah bangunan, namun juga membangun harapan dan cita-cita anak bangsa untuk masa depan, khususnya masyarakat di wilayah terpencil. Hal ini dilakukan sebagai upaya pemerataan kualitas Pendidikan di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai bagian dari proses pembangunan ini, antusiasme anak-anak yang kerap datang melihat progres pekerjaan menjadi pengingat bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga tentang besarnya harapan yang tumbuh dari masyarakat sekitar. Momen-momen ini menjadi dorongan untuk terus bekerja dengan penuh tanggung jawab, menghadirkan fasilitas pendidikan yang dapat benar-benar dirasakan manfaatnya.

ADVERTISEMENT

Melalui proyek ini, PT Nindya Karya kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan ruang belajar yang lebih layak dan berkualitas bagi anak-anak Indonesia. Sebagai pelaksana proyek, PT Nindya Karya memastikan setiap tahapan pembangunan dilakukan sesuai dengan standar terbaik, mulai dari kualitas struktur bangunan hingga kenyamanan ruang belajar.

"Kami ingin hadir tidak hanya sebagai kontraktor, tetapi sebagai bagian dari perjalanan bangsa menuju pendidikan yang lebih merata dan bermutu. Kami bekerja dengan penuh tanggung jawab, karena kami tahu bangunan ini tidak hanya sekedar bangunan yang berdiri tegak, namun juga akan membangun cita-cita anak bangsa ke depannya," ujar Project Director PT Nindya Karya, Bayu Apriyadi dalam keterangannya, Senin (4/5/2026).

Dalam pelaksanaannya, proyek Sekolah Rakyat juga menjangkau wilayah-wilayah terpencil di Indonesia, salah satunya Proyek Sekolah Rakyat di Tual, yang berada di Provinsi Maluku. Saat ini progresnya mencapai 28%. Untuk memastikan percepatan pembangunan di wilayah tersebut, PT Nindya Karya mengoptimalkan distribusi logistik dengan memanfaatkan moda transportasi laut seperti kapal tongkang, Landing Craft Tank (LCT), dan kapal kargo agar pengiriman material dapat dilakukan secara lebih cepat dan efisien.

Selain itu, perusahaan turut menambah rekanan lokal guna memperkuat rantai pasok material. Langkah ini tidak hanya mempercepat progres pekerjaan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah melalui pemanfaatan material dan sumber daya lokal.

Pembangunan Sekolah Rakyat ditargetkan rampung pada akhir Juni 2026, sebelum dimulainya tahun ajaran baru, agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat. Proyek ini melibatkan ratusan tenaga kerja yang bekerja secara intensif di berbagai titik pembangunan, termasuk di wilayah terpencil yang membutuhkan penanganan khusus.

Berbagai upaya percepatan pembangunan dilakukan, namun Perusahaan selalu mengedepankan aspek keselamatan. Komitmen ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses pembangunan berjalan tidak hanya cepat, tetapi juga aman bagi setiap tenaga kerja yang terlibat.

Dengan pembangunan Sekolah Rakyat, PT Nindya Karya berharap fasilitas ini dapat menjadi fondasi penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di berbagai daerah, sekaligus mendorong terciptanya generasi masa depan yang lebih unggul dan berdaya saing.

Sebagai informasi, pembangunan Sekolah Rakyat dirancang untuk mendukung program prioritas pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang layak dan merata. Seluruh fasilitas sekolah dibangun dengan standar ruang belajar yang aman, sehat, tahan terhadap cuaca ekstrem, serta mengedepankan efisiensi energi guna menciptakan lingkungan belajar yang optimal bagi siswa.

Program ini dirancang mampu menampung hingga ratusan ribu siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA. Setiap unit sekolah akan dibangun di atas lahan seluas 5 hingga 10 hektare yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah, sehingga memungkinkan pengembangan fasilitas pendidikan yang terintegrasi dan berkelanjutan.




(akn/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads