Rencana Besar MRT Tembus Cikarang dan Balaraja

Rencana Besar MRT Tembus Cikarang dan Balaraja

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 03 Jun 2026 21:22 WIB
Rencana perpanjangan jalur MRT dari Lebak Bulus menuju Serpong kini memasuki tahap awal melalui studi kelayakan. Proyek ini menjadi bagian dari upaya pengembangan jaringan transportasi massal di wilayah penyangga ibu kota.
Ilustrasi.Foto: Gilang Faturahman/detikFoto
Jakarta -

PT MRT Jakarta (Perseroda) buka suara soal perpanjangan rute hingga ke Bekasi dan Tangerang. Rencana ini tujuannya agar lebih banyak masyarakat bepergian keluar masuk Jakarta dengan moda transportasi umum.

"MRT sebetulnya satu pihak operator yang ingin membantu pemerintah, baik pusat maupun daerah, untuk bisa melakukan connecting transportasi ini tidak hanya berhenti di dalam wilayah Jakarta tapi juga bisa ke luar. Kenapa? Karena kemacetan yang ada di Jakarta juga disumbang oleh wilayah penyangga," kata Direktur Utama PT MRT Jakarta, Tuhiyat, Rabu (3/6/2026).

Tuhiyat menjelaskan perpanjangan jalur dari Jakarta hingga ke Bekasi dan Tangerang sudah termuat dalam rencana MRT lintas Timur-Barat. Rencana pembangunan ini sudah masuk dalam daftar proyek strategis nasional (PSN) berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di mana ujung barat layanan MRT akan berhenti di Balaraja, dan di ujung Timur moda transportasi kereta ini akan berakhir di Cikarang. Sepanjang jalur itu, rencananya akan ada 48 stasiun dan 3 depo MRT Jakarta.

"Dari Cikarang sampai dengan Balaraja kurang lebih sekitar 84 km. Pelanggan per harinya kita perkirakan, ini lagi-lagi sesuai dengan kondisi pada saat awal kajian, itu ada sekitar 600.000," terangnya.

ADVERTISEMENT

Tuhiyat menjelaskan pengerjaan proyek ini akan dilakukan secara bertahap, yakni fase 1 tahap 1 dari Tomang hingga Medan Satria dan Depo MRT di Rorotan.

Kemudian pada fase 1 tahap 2 akan dikerjakan dari Tomang hingga Kembangan. Baru setelah itu pada fase 2 akan dikerjakan pembangunan dari Balaraja hingga Kembangan, dan dari Medan Satria hingga Cikarang.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Konstruksi MRT Jakarta Weni Maulina mengatakan proyek perpanjangan rute sampai Bekasi fase 1 tahap sudah masuk ke tahap lelang, terutama untuk paket pekerjaan persiapan.

"Fokus sekarang adalah dari Medan Satria sampai dengan Tomang, ini ada kurang lebih 12 paket pekerjaan. Satu paket itu adalah paket kecil atau kita sebut pekerjaan persiapan, small package, ini sudah mulai lelang," tutur Weni.

Rute Tomang-Medan Satria

Panjang rute MRT Jakarta dari Tomang hingga Medan Satria ini kurang lebih sepanjang 24,5 kilometer. Kemudian di tengah jalur rute ini akan dibangun juga jalur khusus sepanjang 5,7 kilometer untuk menghubungkan depo MRT yang berada di kawasan Rorotan, Jakarta Utara.

Menurut Weni, sebagian jalur MRT akan dibangun di atas permukaan jalan alias elevated, dan sisanya dibangun di bawah permukaan jalan alias underground. Semisal untuk jalur elevated berada di ruas Tomang ke Grogol, serta ruas dari kawasan Pakulonan hingga ke Cakung Barat dan Medan Satria.

"Tomang sampai dengan Grogol ini kurang lebih ada sekitar 1,9 kilometer elevated gitu ya dalam bentuk elevated. Selanjutnya CP102, CP103, CP104 dan CP105 ini adalah pekerjaan underground bawah tanah," ujar Weni.

"CP102 itu dari Roxy sampai Petojo, kemudian CP103 itu area Cideng sampai Thamrin. Lanjut Thamrin sampai Kwitang, tadi disampaikan CP104, lalu paket CP105 itu Kwitang sampai Galur. Jadi ada sekitar 9 kilometer in total untuk jalur Timur-Barat yang bawah tanah," sambungnya.

Weni menargetkan pengerjaan proyek ini dapat dilakukan pada akhir 2026. Di mana proses pelelangan atau tender proyek MRT Jakarta lintas Timur-Barat atau East-West saat ini masih didominasi investor Jepang.

Sebab proyek tahap awal masih berada di bawah skema pendanaan Japan International Cooperation Agency (JICA).

"InsyaAllah kita mulai di akhir tahun ini. Sekarang masih masa lelang ya, semuanya masih masa-masa lelang. Sudah kita call for tender dan pihak kontraktor, potensial kontraktor karena kita masih menggunakan JICA Loan, memang ini masih bermitra dengan Jepang," pungkasnya.

(igo/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads