Anggaran Terbatas, Kementerian PU Ungkap Nasib Proyek Bendungan

Anggaran Terbatas, Kementerian PU Ungkap Nasib Proyek Bendungan

Retno Ayuningrum - detikFinance
Rabu, 08 Jul 2026 12:50 WIB
Kementerian PU rapat dengan Komisi V
Foto: Retno Ayuningrum
Jakarta -

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memperkirakan tidak ada bendungan yang dapat selesai konstruksinya pada 2027. Hal ini disebabkan karena anggaran yang terbatas.

Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw mengatakan Ditjen SDA menerima pagu indikatif anggaran sebesar Rp 25,44 triliun pada 2027. Dari total tersebut, dialokasikan sebesar Rp 3,58 triliun untuk proyek bendungan dan danau.

Fokus utama saat ini hanyalah melanjutkan konstruksi 14 bendungan ongoing (yang sedang berjalan) dengan alokasi dana yang sangat terbatas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Difokuskan pada lanjutan pembangunan bendungan ongoing dengan alokasi yang sangat terbatas, serta revitalisasi beberapa danau menggunakan sumber pendanaan SBSN," ujar Arnold dalam rapat dengar pendapat Komisi V DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (8/7/2026).

ADVERTISEMENT

Arnold menjelaskan alokasi anggaran yang bersumber dari Rupiah Murni terbatas. Dari total kebutuhan kontrak tahun jamak sebesar Rp 9 triliun, saat ini baru tersedia alokasi sekitar Rp 2 triliun.

"Hal ini tentunya berimplikasi pada konstruksi bendungan-bendungan yang sebelumnya ditargetkan selesai pada tahun 2027," jelas ia.

Relaksasi atau perlambatan pelaksanaan konstruksi bendungan ini tidak hanya berdampak pada mundurnya target operasional, tetapi juga memunculkan kekhawatiran baru. Ia menilai adanya potensi risiko terhadap keamanan bendungan itu sendiri, dampak lingkungan, serta kerugian bagi masyarakat sekitar yang selama ini menggantungkan harapan pada pemanfaatan bendungan sebagai sumber irigasi dan air baku.

"Tentunya hal ini juga mendapat pemanfaatan bendungan itu sendiri sebagai sumber air untuk irigasi dan air baku," jelasnya.

Adapun 14 bendungan yang dilanjutkan pembangunannya, terdiri dari Tigadihaji di Sumatera Selatan, Cibeet di Jawa Barat (Jabar), Cijurey di Jabar, Cabean di Jateng, Karangnongko di Jateng, Bener di Jateng, Bagong di Jatim, Riam Kiwa di Kalimantan Selatan, Mbay di NTT, Budong-Budong di Sulawesi Barat, Manikin di NTT, Ulang-Ulu di Gorontalo, Jenelata di Sulsel, Way Apu di Maluku.

Kemudian, pembangunan 1 unit Bangunan Pengarah Ruko Aceh. Untuk revitalisasi danau hanya untuk 4 unit, yakni Danau Ranau di Sumsel, Danau Limboto di Gorontalo, Danau Ayamaru di Papua Barat Daya.

"Dengan alokasi yang sangat minim dan diperkirakan belum ada bendungan yang dapat selesai konstruksinya pada tahun 2027," jelas ia.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads