Jerman ikut berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur perkeretaapian di Indonesia. Salah satu contoh nyata dari kerja sama tersebut adalah kontribusi penting Jerman dalam pengembangan transportasi perkotaan di Indonesia melalui proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL).
Proyek yang dilaksanakan oleh KfW Development Bank ini menyediakan pendanaan sebesar 236 juta euro atau sekitar Rp 4,8 triliun untuk tahap pertama guna memodernisasi dan mengelektrifikasi jalur komuter Surabaya-Sidoarjo, sehingga mendukung terwujudnya sistem transportasi yang tangguh terhadap perubahan iklim.
"Kami bangga dapat mendukung ambisi Indonesia dalam mewujudkan mobilitas berkelanjutan melalui berbagai inisiatif, termasuk proyek Surabaya Regional Railway Line (SRRL). Seiring langkah Indonesia menuju sistem transportasi yang tangguh terhadap perubahan iklim dan berorientasi pada masa depan, perusahaan-perusahaan Jerman dan Eropa siap bekerja sama dengan menghadirkan keahlian berkualitas tinggi, teknologi inovatif, serta solusi yang berkelanjutan," ujar Oliver Sperling, Designated Deputy Head of Mission Kedutaan Besar Jerman dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7/2026).
Kerja sama tersebut diungkapkan dalam diskusi Indonesia-Europe Roundtable on Sustainable Transport Development yang diselenggarakan bertepatan dengan RailwayTech Indonesia 2026. Diskusi dihadiri langsung oleh perwakilan pemerintah, institusi Eropa, mitra pembangunan, pelaku industri, dan para pakar transportasi
Acara tersebut dibesut langsung oleh perwakilan Komisi Uni Eropa, pemerintah Jerman, dan KfW Development Bank, sebagai bagian dari inisiatif Global Gateway Uni Eropa. Pembahasan difokuskan pada integrasi transportasi multimoda, Transit-Oriented Development (TOD), peluang pembiayaan dan investasi, serta peran kerja sama internasional dalam mempercepat sistem transportasi yang berkelanjutan, rendah karbon, dan inklusif.
"Jerman dan Indonesia telah membangun kemitraan yang erat dan saling percaya dalam pengembangan infrastruktur transportasi selama bertahun-tahun," ujar Sperling.
Dengan mempertemukan institusi pemerintah, mitra pembangunan, lembaga keuangan, asosiasi bisnis, dan sektor swasta, forum ini mendorong dialog mengenai peluang kolaborasi yang konkret untuk mendukung transformasi sektor mobilitas serta pembangunan ekonomi Indonesia.
"Transportasi berkelanjutan merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi, konektivitas, dan transisi hijau Indonesia. Melalui strategi Global Gateway, Uni Eropa berkomitmen untuk memobilisasi investasi berkualitas, berbagi keahlian Eropa, serta membangun kemitraan yang mampu menghadirkan infrastruktur transportasi yang modern, tangguh, dan rendah karbon," kata Denis Chaibi, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam.
(ahi/ara)