Cegah Longsor, KemenPU Perkuat Ruas Padang Panjang-Sicincin di Lembah Anai

Cegah Longsor, KemenPU Perkuat Ruas Padang Panjang-Sicincin di Lembah Anai

Nada Herwando - detikFinance
Selasa, 11 Agu 2026 19:35 WIB
Kementerian PU
Foto: Dok. Kementerian PU
Jakarta -

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merampungkan penguatan struktur jalan dan lereng di 901 titik kritis pada Ruas Jalan Nasional Padang Panjang-Sicincin, kawasan Lembah Anai, Sumatera Barat. Proyek senilai Rp 460,4 miliar itu menjadi bagian dari upaya meningkatkan ketahanan infrastruktur terhadap potensi bencana, menyusul banjir bandang dan tanah longsor yang melanda kawasan tersebut pada November 2025.

Penanganan dilakukan pada segmen KM 61+600 hingga KM 67+400 sepanjang sekitar 5,8 km, lokasi yang paling parah terdampak bencana.

Menurut Menteri PU Dody Hanggodo, penanganan pascabencana tidak cukup hanya dengan memperbaiki badan jalan yang rusak. Penguatan lereng dan pengendalian aliran air juga menjadi bagian penting agar infrastruktur dapat berfungsi secara aman dan berkelanjutan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kita menangani jalannya, tebingnya juga wajib ditangani. Kalau tidak, jalannya tidak akan bertahan lama. Karena itu, seluruh penanganan di kawasan ini dilakukan secara permanen agar lebih aman dan berkelanjutan," ungkap Dody dalam keterangan tertulis, Selasa (11/08/2026).

Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PU menangani sejumlah titik kritis dengan menerapkan berbagai metode penguatan lereng. Pekerjaan tersebut mencakup pemasangan soldier pile, shotcrete dan soil nailing, bronjong, terramesh, retaining wall concrete (RWC), serta geomat HDPE.

ADVERTISEMENT

Salah satu pekerjaan utama dilakukan pada beberapa lokasi kritis dengan melakukan pemasangan 901 titik borepile. Penerapan struktur tersebut bertujuan meningkatkan stabilitas lereng sekaligus mendukung keamanan badan jalan di kawasan dengan kondisi medan rawan longsor.

Selain perkuatan lereng, Kementerian PU juga menangani sistem drainase dan melakukan penguatan tebing guna mengurangi potensi kerusakan akibat aliran air permukaan maupun gerusan. Pendekatan tersebut diterapkan secara berdampingan untuk memastikan penanganan tidak hanya berfokus pada kerusakan di permukaan, tetapi juga memperkuat struktur jalan dan lereng di kawasan rawan bencana.

Paket pekerjaan penanganan mulai dilaksanakan pada 28 November 2025 oleh PT Hutama Karya Infrastruktur dan telah selesai pada 26 Juli 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp 460,4 miliar. Kementerian PU mengerahkan berbagai peralatan berat, antara lain excavator, pile machine, vibro, dump truck, asphalt finisher, dan pneumatic tire roller (PTR) guna mendukung pelaksanaan di medan yang cukup kompleks.

Penanganan kawasan Lembah Anai menjadi bagian dari langkah Kementerian PU dalam mewujudkan infrastruktur jalan yang tidak hanya berfungsi dengan baik, tetapi juga lebih memiliki tingkat keamanan dan ketangguhan dalam menghadapi potensi bencana. Melalui penguatan struktur jalan, lereng, tebing, dan drainase secara berdampingan, diharapkan Ruas Padang Panjang-Sicincin dapat mendukung mobilitas masyarakat serta kelancaran distribusi barang dan jasa secara berkelanjutan.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen #PU608 dalam menghadirkan infrastruktur yang andal, aman, dan bermanfaat bagi masyarakat.



(akn/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads