Bandara & Pelabuhan di NTT Tetap Beroperasi, Bisa untuk Kirim Bantuan

Bandara & Pelabuhan di NTT Tetap Beroperasi, Bisa untuk Kirim Bantuan

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 18 Agu 2026 08:30 WIB
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi/Foto: Dok. Kemenhub
Jakarta -

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan layanan transportasi di area terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap beroperasi sebagai akses penghubung masyarakat.

"Kemenhub terus menjaga agar akses transportasi di Indonesia, khususnya di kawasan bencana dapat tetap berjalan dengan baik," kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam keterangan tertulis, dikutip Selasa (18/8/2026).

Dalam konteks ini, Dudy menegaskan pihaknya akan terus memastikan fasilitas transportasi dapat menjalankan perannya sebagai penghubung masyarakat dan mendukung penanganan bencana tanpa mengabaikan aspek keselamatan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Termasuk pemeriksaan kondisi bandar udara dan pelabuhan terus dilakukan. Hal ini dilakukan agar konektivitas angkutan udara dan laut dapat mendukung mobilisasi masyarakat, serta untuk mendukung distribusi bantuan ke wilayah terdampak dengan tetap mengutamakan keselamatan.

ADVERTISEMENT

"Transportasi memiliki peran penting dalam situasi seperti ini, karena bantuan tidak akan sampai kepada masyarakat tanpa adanya jalur yang aman untuk bergerak," ujarnya.

Untuk diketahui, gempa bumi yang terjadi di wilayah NTT pada Sabtu (15/8) berdampak pada sejumlah sarana dan prasarana transportasi, terutama bandara dan pelabuhan. Kemenhub bersama seluruh pemangku kepentingan lainnya bergerak melakukan pemeriksaan dan asesmen untuk memastikan fasilitas yang digunakan masyarakat berada dalam kondisi aman.

Bandara

Pada sektor transportasi udara, terdapat lima bandara yang dilaporkan terdampak yaitu Bandar Udara Komodo di Labuan Bajo, H. Hasan Aroeboesman di Ende, Umbu Mehang Kunda di Waingapu, Frans Sales Lega di Ruteng, dan Soa di Bajawa.

Kerusakan terjadi pada gedung terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK, serta sejumlah fasilitas pendukung dan sisi udara, dengan tingkat kerusakan yang berbeda pada setiap lokasi. Namun seluruh layanan operasional bandara tetap berjalan dan tidak ada penutupan.

Sementara pada pelayanan navigasi penerbangan, sejumlah unit di wilayah terdampak juga melakukan penyesuaian untuk memastikan pelayanan tetap berjalan secara aman. Unit pelayanan di Labuan Bajo, Ende, Maumere, Bajawa, dan Ruteng terdampak, sementara pada lokasi yang mengalami kerusakan pada gedung tower, pelayanan navigasi sementara dilaksanakan dari lokasi yang dinilai aman dengan dukungan contingency plan.

"Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub juga telah menyiapkan skema Get Airport Ready for Disaster (GARD), sehingga bandar udara dapat dioptimalkan untuk mendukung operasi kemanusiaan apabila diperlukan," jelas Dudy.

Pelabuhan

Di sektor transportasi laut, dampak gempa antara lain terjadi di Pelabuhan Laurentius Say dan Pelabuhan Reo serta kerusakan ringan hingga sedang di Pelabuhan Labuan Bajo, Pelabuhan Marapokot, Pelabuhan Ende, dan Pelabuhan Waingapu. Saat ini pelabuhan-pelabuhan di NTT telah melayani operasional kapal dan penumpang dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan.

"Pelabuhan secara umum telah beroperasi dengan normal dengan mengutamakan keselamatan. Menyiagakan posko-posko di pelabuhan. Untuk layanan perintis berjalan seperti biasa dan belum ada permintaan deviasi trayek," paparnya.

Kemudian pada sektor transportasi darat, untuk layanan keperintisan angkutan jalan telah siap beroperasi kembali seiring dengan akses jalan yang sudah dapat dilalui setelah sebelumnya terputus akibat longsoran.

"Kemenhub terus berkoordinasi dengan BMKG, BNPB, Basarnas, TNI/Polri, pemerintah daerah, penyelenggara transportasi, dan operator untuk memastikan setiap keputusan operasional didasarkan pada kondisi terbaru di lapangan," pungkas Dudy.

(igo/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads