Lama Tak Terdengar Kabar, Ini Nasib Proyek Tol Puncak

Lama Tak Terdengar Kabar, Ini Nasib Proyek Tol Puncak

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 02 Sep 2026 18:31 WIB
Sejumlah kendaraan melintas di jalur wisata Puncak di Simpang Gadog, Bogor, Jawa Barat, Jumat (15/5/2026).Arus kendaraan dari Gerbang Tol Ciawi menuju kawasan wisata Puncak tercatat mencapai 29 ribu kendaraan.Kepadatan lalu lintas masih terpantau di
Ilustrasi.Foto: Gilang Faturahman/detikfoto
Jakarta -

Rencana pembangunan Tol Caringin-Puncak-Cianjur alias Tol Puncak hingga kini belum memiliki kejelasan. Tol ini digagas sebagai salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan menuju kawasan wisata Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengatakan saat ini proyek Tol Puncak masih dalam tahap studi kelayakan atau feasibility study (FS). Menurutnya tahap studi ini masih belum rampung.

"FS-nya sepertinya belum kelar," jawab Dody singkat usai rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dody mengaku sudah meminta agar proses FS tol Puncak dapat diselesaikan tahun ini. Dengan begitu proses pengembangan bisa masuk tahap Detail Engineering Design (DED) untuk kemudian segera dilelang. Jika rencana ini benar tercapai, Tol Puncak bisa masuk tahap pembangunan fisik pada 2027 mendaftar.

"Saya minta kalau bisa tahun ini selesai, supaya bisa dilanjutkan ke DED dan tahun depan mulai fisiknya," ucapnya lagi.

ADVERTISEMENT

Sebagai informasi, rencana pembangunan Tol Puncak telah terdengar sejak awal 2023. Proyek Tol Caringin-Puncak-Cianjur alias Tol Puncak telah tercantum dalam Rencana Umum Jaringan Jalan Tol dengan target terbangun/operasi pada 2030-2034. Hal ini disampaikan oleh Danang Parikesit yang saat itu menjabat sebagai Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR.

Dalam materi yang disajikannya, total biaya yang dibutuhkan untuk konstruksi tol tersebut mencapai Rp 24,37 triliun, terdiri atas pembangunan untuk 5 seksi tol sepanjang 51,8 km. Rinciannya, seksi 1 sepanjang 11,6 km memakan biaya hingga Rp 3,1 triliun.

Kemudian untuk seksi 2 sepanjang 6,9 km membutuhkan biaya konstruksi Rp 2,4 triliun, dan seksi 3 sepanjang 9,7 km membutuhkan biaya Rp 8,02 triliun. Lalu seksi 4 sepanjang 7,3 km membutuhkan biaya konstruksi sekitar Rp 1,68 triliun. Kemudian untuk seksi 5 sepanjang 16,3 km membutuhkan biaya sebesar Rp 9,07 triliun.

Padahal tol ini dikabarkan akan tersambung dengan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi). Tol itu akan terhubung di sekitar kawasan Caringin dan ujungnya ada di kawasan Cianjur sepanjang 52 km.

"Saat ini sudah diberikan izin untuk kajian studi pada PT Matrasarana Arsitama dan Swoosh Capital KFT," kata Danang dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI Dengan Kepala BPJT Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (28/3/2023).

Di samping itu, proyek Jalan Tol Puncak sebelumnya sempat masuk ke jajaran proyek tol yang akan dilelangkan pada tahun 2024.

Namun seperti yang disampaikan Dody, hingga kini proyek tol ini masih dalam tahap feasibility study sehingga lelang tender belum bisa terlaksana.

(igo/fdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads