Purbaya Siap Bayar Utang Kereta Cepat, Uangnya Sudah Ada

Purbaya Siap Bayar Utang Kereta Cepat, Uangnya Sudah Ada

Herdi Alif Al Hikam, Ilyas Fadilah - detikFinance
Senin, 07 Sep 2026 20:26 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.Foto: Retno Ayuningrum
Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan siap menangani penyelesaian utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Rencananya, kewajiban tersebut akan ditangani melalui Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Purbaya mengatakan proses penyerahan terkait kereta cepat diperkirakan dilakukan pada pertengahan bulan ini. Sang Bendahara Negara menyatakan akan menghitung pembayaran utang Whoosh.

"Kira-kira pertengahan bulan dikasih ke kami kan kereta cepat. Ya sudah, kita beresin. Nanti utangnya ya kita hitung, mungkin ada nanti BUMN yang di bawah Departemen Keuangan yang menangani itu," terang Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Purbaya menjelaskan tidak ada pembayaran yang perlu diberikan Kemenkeu kepada Danantara dalam proses penyerahan tersebut. Ia menegaskan kewajiban pembayaran utang ke depan akan ditanggung SMV Kemenkeu.

"Nggak ada. Itu kan dana penyertaan ekuitas dikasih ke saya, nol rupiah. Kan saya nanggung utang ke depannya. SMV saya menanggung utang ke depannya. Jadi nggak ada cost-nya buat saya," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Meski tidak mengeluarkan biaya saat proses penyerahan, Purbaya mengatakan pembayaran utang tetap akan dilakukan setiap tahun oleh perusahaan di bawah Kemenkeu yang nantinya ditugaskan.

Purbaya memastikan SMV yang nantinya menangani kewajiban tersebut tidak perlu mencari investor baru untuk mendapatkan dana. Menurutnya, SMV Kemenkeu sudah memiliki kemampuan keuangan untuk membayar utang tersebut.

"Nggak, sudah ada uangnya. Sudah ada juga. Kan kalau SMV, let's say satu perusahaan SMV aja, keuntungannya berapa sekarang? Rp 3 triliun, Rp 4 triliun setahun. Ditambah dengan operasionalnya sendiri, mungkin dapat Rp 800 miliar keuntungannya," jelas Purbaya.

Menurut Purbaya kemampuan keuangan tersebut cukup untuk menangani kewajiban utang yang ada saat ini. Namun, perhitungan lebih lanjut masih akan dilakukan sebelum skema tersebut ditetapkan.

"Cukuplah untuk bayar utang yang ada sekarang. Nanti kita hitung. Yang jelas kami nggak bayar, kami nggak bayar ke Danantara untuk penyerahan ini," tegasnya.

Purbaya menambahkan SMV yang akan ditugaskan untuk menangani kewajiban utang kereta cepat belum ditentukan. Pemerintah masih akan menentukan perusahaan yang akan menjalankan tugas tersebut.

(ily/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads