Layanan KRL Jabodetabek akan diperpanjang hingga Cikampek dan kawasan Lido. Pengembangan layanan ini membutuhkan perencanaan yang terintegrasi agar penambahan jaringan benar-benar diikuti dengan peningkatan kapasitas dan kualitas pelayanan.
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Doni Akbar, menyampaikan agar PT Kereta Api Indonesia (Persero) dapat menjamin kepastian peningkatan sarana perkeretaapian nasional, terutama dari sisi keselamatan, kualitas, dan ketepatan waktu pengadaan armada.
Menurut Doni, di tengah tantangan akan kebutuhan transportasi publik kompetitif, peremajaan armada tidak dapat hanya dilihat sebagai persoalan pengadaan, tetapi harus menjadi bagian dari perencanaan jangka panjang sistem transportasi nasional.
"Jangan sampai kebutuhan armada yang mendesak justru tidak diimbangi dengan ketepatan waktu produksi dan jaminan kualitas yang lebih baik. Selama waktu transisi, pengadaan sarana bukan baru bisa jadi solusi," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Persoalan tersebut, lanjut Doni perlu menjadi bahan evaluasi bersama antara KAI dan INKA, khususnya terkait kapasitas produksi, manajemen pengadaan, pengendalian mutu, serta kemampuan industri nasional memenuhi kebutuhan sarana transportasi publik.
Lanjutnya, pengembangan jaringan KRL Jabodetabek juga harus berjalan seiring dengan kesiapan armada dan infrastruktur. Rencana pengembangan layanan menuju wilayah Cikampek dan kawasan Lido misalnya, membutuhkan perencanaan yang terintegrasi agar penambahan jaringan benar-benar diikuti peningkatan kapasitas dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Saya kira penguatan ekosistem perkeretaapian nasional harus ditempatkan dalam kerangka membangun industri transportasi yang mandiri dan berdaya saing. Sinergi KAI dan INKA tidak cukup hanya berbasis hubungan antara pengguna dan produsen. Sinergi antara KAI dan PT INKA dapat ditingkatkan dengan Technology Readiness Level (TRL) dan Manufacturing Readiness Level (MRL) agar kapasitas, kualitas, teknologi, dan kemampuan produksi industri perkeretaapian nasional semakin optimal," pungkasnya.
Ia juga menekankan, aspek keselamatan, keamanan perjalanan kereta api dan kualitas yang menjadi prioritas dalam layanan PT KAI.
"Yang juga penting untuk jadi perhatiaan menurut saya adalah penanganan perlintasan sebidang dengan koordinasi dengan K/L terkait dan Pemda. Kita tidak ingin terjadi kembali kecelakaan karena persoalan ini," tutupnya.
(acd/acd)