Waskita Karya Lanjutkan Pemulihan Pascabencana di Aceh, Progres Hampir 70%

Waskita Karya Lanjutkan Pemulihan Pascabencana di Aceh, Progres Hampir 70%

Rahmat Khairurizqi - detikFinance
Selasa, 27 Okt 2026 17:41 WIB
Waskita Karya Lanjutkan Pemulihan Pascabencana di Aceh, Progres Hampir 70%
Foto: Waskita Karya
Jakarta -

PT Waskita Karya (Persero) Tbk terus melanjutkan upaya pemulihan bencana di Aceh. Di antaranya dengan mengerjakan proyek Rancang dan Bangun Penanganan Kawasan Pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, serta Kota Langsa.

Lingkup tugas Perseroan mencakup pembersihan drainase sepanjang 61.401 meter (m), pembersihan pekarangan sebanyak 237 rumah, serta penanganan permanen untuk drainase sepanjang 50.817 m dan jalan sepanjang 20.023 m. Secara keseluruhan, realisasi pekerjaan tersebut sudah hampir 70 persen.

Waskita Karya turut melaksanakan penanganan bencana Kota Langsa, Aceh. Progres pengerjaannya telah menembus 71,38 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Usai bencana banjir dan longsor yang terjadi pada November tahun lalu, kami berupaya menata kembali sejumlah daerah di Aceh. Tidak hanya membersihkan ratusan rumah warga, tim kami di lapangan pun membangun saluran, dinding penahan tanah, serta melakukan pengaspalan," ujar Corporate Secretary Waskita Karya, Steven Subiantoro dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026).

Kemudian guna menyediakan kebutuhan air bersih bagi masyarakat, Perseroan melaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Meureudu di Pidie Jaya, Teupin Mane di Bireuen, dan Lampahan di Bener Meriah. Diharapkan, masyarakat tidak kesulitan mendapatkan air bersih untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.

ADVERTISEMENT

"Pengerjaan proyek SPAM ini, menjadi bagian dari komitmen Waskita Karya dalam mendukung Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memulihkan akses air minum bagi warga terdampak. Kami terus memastikan pelaksanaan proyek sesuai standar mutu dan mengutamakan keselamatan kerja," tutur Steven.

Lebih lanjut, ia menjelaskan perusahaan juga tengah mengerjakan Penanganan Keadaan Darurat Pascabencana Prasarana Peribadatan di Provinsi Aceh 1. Proyek tersebut dilakukan di 137 lokasi yang tersebar di 11 kabupaten atau kota.

Adapun realisasi pembangunannya kini sebesar 47,1 persen. Ditargetkan, seluruh rumah ibadah bisa selesai hingga akhir Desember mendatang.

"Bencana yang terjadi mengakibatkan kerusakan pada beragam fasilitas umum dan sosial, termasuk tempat ibadah yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Aceh. Maka kami memperbaiki sejumlah bangunan ini, agar dapat digunakan kembali secara aman dan layak," jelasnya.

Sebelumnya, Waskita Karya telah merampungkan lebih dari 500 hunian sementara (huntara) modular di Aceh Utara, Kabupaten Bener Meriah, dan Kota Subulussalam, termasuk puskesmas darurat di Aceh Tenggara. Setiap blok hunian itu dilengkapi gedung serbaguna, toilet, area cuci, dapur, dan musala.

"Saat ini ratusan hunian tersebut telah ditempati. Kami merasa bangga dapat membantu sekaligus berkontribusi dalam penyediaan tempat tinggal bagi saudara-saudara kita di Aceh," ungkap Steven.

Sejalan dengan langkah pemerintah, Steven menegaskan Waskita Karya akan terus berkomitmen mendukung penanganan bencana di daerah yang dijuluki Serambi Mekah itu. Diharapkan, provinsi ini dapat pulih dan bangkit secara keseluruhan sesegera mungkin.



(ega/ega)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads