Konsultasi Klinik UKM

img_list
Iim Rusyamsi, MM. Founder Komunitas TDA
Wakil Ketua Komtap Akses Informasi dan Pelatihan UMKM KADIN Indonesia Bidang UMKM, Koperasi dan Ekonomi Kreatif
Pakar Usaha Kecil Menengah UKMSukses.com
Follow detikFinance
Selasa 11 Oct 2016, 08:32 WIB

Jadi Guru Honorer Sambil Kembangkan Usaha Les, Bisakah? Ini Tipsnya

Iim Rusyamsi - detikFinance
Jadi Guru Honorer Sambil Kembangkan Usaha Les, Bisakah? Ini Tipsnya Foto: Istimewa
Jakarta - Pertanyaan:
Saya seorang guru honorer, tapi saya memiliki keinginan untuk punya usaha sendiri sehingga bisa mandiri. Apakah saya harus keluar dari profesi saya? Saya sudah punya usaha les di rumah, tapi kok sudah lama nggak bisa berkembang. Bagaimana solusi mengembangkannya? Terima kasih.

Salam,
Sabto Wibowo


Jawaban:

Dear Sabto,

Menjadi guru adalah profesi, tugas dan pengabdian yang mulia. Jika memang mempunyai passion atau hasrat di bidang pendidikan ini, Anda harus terus tekuni sehingga bisa turut mencerdaskan bangsa.

Sebagai guru honorer, apakah bisa menentukan waktu sendiri untuk berapa jam dan hari apa Anda mengajar di sekolah? Jika bisa, maka Anda mempunyai waktu di luar jam mengajar di sekolah, yang dapat digunakan untuk mengerjakan dan memikirkan pengembangan usaha les Anda. Namun jika memang dirasakan kurang waktunya, maka harus bisa memilih untuk keluar sebagai guru honorer agar dapat fokus di usaha Anda.

Dalam mengembangkan les di rumah, sebaiknya Anda mempunyai perbedaan dari tempat les lain yang sudah ada. Anda harus membuat les yang lebih spesifik sehingga terbentuk ceruk pasar (niche market) yang akan mempunyai kekuatan besar dibanding keseluruhan pangsa pasar.

Misalnya, membuat les bahasa Inggris khusus percakapan, les khusus matematika, les khusus bidang MIPA (matematika, fisika, kimia, biologi). Kemudian, les khusus menghadapi ujian masuk Perguruan Tinggi, robotics, desain grafis dan lain-lain dengan target pasar yang spesifik.

Dari pilihan tersebut, Anda harus berikan inovasi-inovasi terbaru yang membedakan dengan tempat les lainnya. Sehingga pelanggan menaruh minat dan Anda mempunyai daya saing yang tinggi. Misalnya les dalam bentuk satu per satu (tidak class room), berikan laporan secara digital/online kepada orang tua, jaminan les hingga bisa, webinar (tatap muka secara online).

Selain itu, belajar secara online, sistem berlangganan/subscribe, kerja sama dengan sekolah-sekolah. Bisa juga sebulan sekali membuat seminar untuk orang tua murid, study tour, guru les yang datang ke rumah-rumah siswa dan banyak lainnya.

Bangunlah tim dan partner bisnis yang akan membantu Anda dalam keseharian dan untuk pengembangan. Rekrutlah beberapa orang guru untuk bergabung dengan Anda, baik secara freelance maupun full time.

Anda juga perlu untuk bergabung di komunitas-komunitas para pengusaha di bidang pendidikan. Sehingga, bisa menambah jejaring dan pembelajaran dari mereka dan mendapatkan mentor yang dapat selalu berbagi ilmu dan pengalamannya dengan Anda.

Selamat mengembangkan usaha les Anda. Semoga sukses. (hns/wdl)


Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed