Gagal Ujian Guru PPPK, Peserta Bisa Coba Lagi Sampai 2 Kali

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 23 Nov 2020 15:55 WIB
Pemerintah berencana menghimpun anak-anak Indonesia ke dalam satu wadah. Wadah itu bernama Manajemen Talenta Nasional (MTN).
Mendikbud Nadiem Makarim/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengungkapkan rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk guru honorer pada 2021 berbeda dari sebelumnya.

"Sebelumnya setiap pendaftar itu diberikan kesempatan mengikuti ujian seleksi rata-rata sebanyak 1 kali per tahun untuk mengikuti itu. Bedanya di tahun 2021 setiap pendaftar diberikan kesempatan beberapa kali," kata Nadiem yang disiarkan di saluran YouTube Kemendikbud RI, Senin (23/11/2020).

Dia menjelaskan peserta bisa mengikuti ujian sampai 3 kali. Jadi, jika gagal maka mereka bisa mengulang sampai 2 kali lagi.

"Jadi, kalau dia gagal pada kesempatan yang pertama dia dapat belajar lagi, belajar ulang, dan mengulang ujian hingga 2 kali, 2 kali lagi. Jadi, total itu bisa mengambil 3 kali tes tersebut. Dan ini bisa di tahun yang sama di tahun 2021 ataupun di tahun berikutnya karena ini akan menjadi suatu program yang berkesinambungan," paparnya.

Selain itu, pada rekrutmen 2021, calon peserta bisa mendapatkan materi pembelajaran secara daring untuk mempersiapkan diri sebelum ujian seleksi. Nadiem memastikan akan ada berbagai macam pelatihan online yang bisa dilakukan secara mandiri oleh para guru honorer untuk mempersiapkan diri.

"Karena standar ujian seleksi ini akan ditentukan dengan standar dengan kualitas yang baik. Itu adalah suatu hal yang sangat penting untuk memastikan kualitas mutu pembelajaran anak-anak kita itu masih terjaga," tambahnya.

(toy/ara)