Amazon Buka 55.000 Lowongan Kerja, Gajinya Rp 242 Ribu/Jam

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 02 Sep 2021 12:14 WIB
Gudang Amazon
Foto: Getty Images
Jakarta -

Raksasa e-commerce Amazon berencana membuka lowongan pekerjaaan sebanyak 55.000. Lowongan pekerjaan itu dibuka secara global. Hal itu disampaikan oleh Chief Executive Amazon, Andy Jassy.

Jassy mengungkap perusahaan membuka lowongan kerja untuk meningkatkan kinerja perusahaan di bisnis ritel, cloud, periklanan, dan beberapa lini bisnis lainnya. Dia berharap hal ini bisa membantu orang yang kehilangan pekerjaannya akibat pandemi.

"Ada begitu banyak pekerja selama pandemi terpaksa dipangkas, dan ada begitu banyak orang yang memikirkan pekerjaan yang berbeda dan baru," kata Jassy, dikutip dari Reuters, Kamis (2/8/2021).

"Ini adalah bagian dari apa yang kami pikir membuat 'Career Day' waktunya tepat dan sangat berguna," tambahnya.

Gaji yang ditawarkan untuk sejumlah pekerjaan mulai dari US$ 15 setara Rp 231.750 (kurs Rp 14.250) hingga US$ 17 atau Rp 242.250 per jamnya. Jassy mengungkap nilai itu merupakan gaji minimum yang didapat karyawannya.

"Upah minimum karyawan sebanyak US$15/jamnya dan di beberapa negara bagian rata-rata bahwa gaji awalnya adalah $17 per jamnya," jelas Jassy.

Dengan asumsi rata-rata 8 jam kerja per hari dan 25 hari per bulan, maka para pekerja bisa mengantongi Rp 1,9 juta/hari atau Rp 48,45 juta/bulan.

Ia menjelaskan dengan adanya penambahan 55.000 pekerja baru nantinya, akan meningkatkan 20% staf di bidang teknologi dan perusahaan Amazon, yang saat ini berjumlah sekitar 275.000 secara global.

Penambahan puluhan ribu karyawan itu juga menjadi perhatian khusus bagi serikat pekerja AS, International Brotherhood of Teamsters. Mengingat Amazon menjadi perusahaan yang selalu diterpa kabar memberikan jam kerja yang berlebihan di tengah pandemi COVID-19.

Saat ditanya bagaimana perusahaan dapat mengubah budaya tempat kerja Amazon yang disebut menekan pekerja. Jassy memastikan akan terus membuat perbaikan.

"Semua orang di perusahaan memiliki kebebasan, ke depan kami melihat secara kritis bagaimana itu bisa lebih baik dan kemudian menemukan cara untuk membuatnya lebih baik," jelasnya.

Adapun posisi kerja yang akan dibuka Amazon, mulai dari lowongan posisi teknik, ilmu penelitian dan robotika, demikian posisi yang baru dibuka. Nantinya akan ada beberapa posisi lagi.

Dari lebih dari 55.000 lowongan yang dibuka, lebih dari 40.000 akan ditempatkan di Amerika Serikat. Sementara, sisanya akan berada di negara-negara seperti India, Jerman, dan Jepang.

Amazon sendiri menjadi perusahaan swasta terbesar kedua di Amerika Serikat. Amazon mempekerjakan lebih dari 500.000 orang pada tahun 2020, sebagian besar pekerjanya bekerja di gudang dan operasi pengiriman.

(dna/dna)