Pembukaan Lowongan Mundur, Jumlah CPNS akan Dikurangi?

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Rabu, 15 Agu 2018 18:43 WIB
Foto: Tim Infografis: Luthfy Syahban
Jakarta - Saat ini penyusunan formasi rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 masih belum dipastikan. Persoalan anggaran dan ekonomi dalam negeri saat ini membuat lowongan CPNS memprioritaskan kebutuhan.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan krisis yang terjadi di Turki membuat pihaknya bersama Kementerian PAN-RB masih mengevaluasi formasi CPNS tahun ini. Kebutuhan anggaran dan kondisi ekonomi menjadi dasar evaluasi ini dilakukan.


"Karena berat juga kalau kita paksakan terus, tiba-tiba ada krisis di Turki ini. Pasti ada dampaknyalah sekecil apapun," kata Bima saat ditemui di di Kementerian PAN-RB, Jakarta, Rabu (15/8/2018).

Jumlah CPNS yang akan direkrut diperkirakan sekitar 220 ribu. Angka tersebut sesuai dengan jumlah PNS yang pensiun di tahun ini, namun angka tersebut, menurut Bima, masih bisa terus berubah mengingat kondisi yang terjadi saat ini.

Bima menjelaskan kebutuhan anggaran yang cukup besar di tengah kondisi ekonomi yang tertekan oleh ketidakpastian global membuat pemerintah harus sangat detail menentukan formasi CPNS tahun ini.


"Gaji pokok 70% saja misalnya. Rp 3 juta kali 200 ribu. Sudah Rp 6 triliun. Belum lagi yang lain, ada seragam lagi dan ini bukan sekali saja, tetapi tahun-tahun berikutnya kita kuat nggak buat bayar itu," katanya.

Tenaga pendidikan dan kesehatan masih menjadi prioritas untuk direkrut, di mana 80% di antaranya akan ditempatkan di daerah dan sisanya di pemerintahan pusat. Sementara proses rekrutmen masih akan menggunakan mekanisme yang sama, namun diusahakan menambah lokasi tes agar bisa menjaring CPNS terbaik, khususnya yang ada di daerah.


"Kita lebih mau mendekatkan ke orangnya. Kan biasanya orangnya datang ke tempat tes, sekarang kita dekatin ke orangnya, sehingga dengan demikian maka dibutuhkan titik-titik center yang jauh lebih banyak," jelas Bima.

Seperti diketahui, rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 kemungkinan bakal kembali mundur. Selain karena faktor kondisi ekonomi, hal tersebut dimungkinkan lantaran Menteri PAN-RB yang baru Syafruddin juga tengah mengemban tanggung jawab yang cukup besar sebagai Chief de Mission Asian Games 2018 yang harus dikawal hingga 2 September 2018.

Rencana pembukaan lowongan CPNS sendiri sudah digaungkan sejak awal tahun ini. Sebelumnya, pemerintah sudah memperkirakan akan mulai membuka lowongan pada akhir Mei 2018, kemudian berubah menjadi setelah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 27 Juni 2018. (eds/hns)