Peluang di Era Kepemimpinan Trump

Peluang di Era Kepemimpinan Trump

Ellen May - detikFinance
Kamis, 10 Nov 2016 09:58 WIB
Peluang di Era Kepemimpinan Trump
Foto: Istimewa (Penulis Artikel; Ellen May)
Jakarta - Pagi,

Selamat hari Pahlawan!! Semua orang adalah pahlawan bagi orang-orang yang dikasihi dan orang-orang di sekitarnya, ketika ia membantu mereka lebih sukses, lebih bahagia, lebih sehat, dan lebih baik lagi.

Pagi ini saya bangun dengan senyum, kenapa?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena bursa Amerika pagi ini ditutup menghijau, tidak seperti bursa lainnya yang merespons dengan merah membara kemarin. Indeks Dow Jones ditutup menguat 1,40% di level 18.589,69 poin.

Mengapa pasar merespons positif kemenangan Trump, padahal sebelumnya pelaku pasar lebih condong ke Clinton?

Bukan soal atau tidak suka yang menjadi topik utama, hasil akhir tersebut sudah tidak mungkin lagi berubah, sehingga mau tidak mau warga Amerika menerima hasilnya.

Dalam kampanye sebelumnya, Trump terus menyampaikan rencana untuk mengubah kebijakan ekonomi. Hal tersebut berkebalikan dengan Clinton yang ingin meneruskan kebijakan pada masa pemerintahan Obama. Ini membuat pelaku pasar menilai adanya ketidakjelasan bidang politik dan ekonomi, sehingga menjadi salah satu alasan pelemahan pasar kemarin.

Pada dasarnya pelaku pasar tidak menyukai ketidakpastian, inilah yang membuat pasar sebelum diketahui hasil akhir pemilihan presiden itu mengalami pelemahan.

Penguatan yang terjadi di Bursa Amerika didorong oleh aksi short covering, dan volatilitas masih tetap tinggi di Bursa Amerika seiring penantian market atas pemilihan kabinet Trump.

Seperti yang kita tahu juga, apa yang akan dilakukan seorang presiden membutuh sebuah proses. Selain itu, seperti yang dikatakan oleh Perdana Menteri Australia, yang melakukan pemilihan umum adalah Amerika, sehingga yang akan berpengaruh langsung tentunya di Amerika itu sendiri.

Kecuali jika Trump membuat sebuah kebijakan/peraturan tentang hubungan internasional. Kemudian berpengaruh terhadap dunia, salah satunya Indonesia, selanjutnya barulah kepada IHSG.

Positifnya Bursa Amerika saya lihat juga akan di respons positif oleh IHSG hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi bergerak mixed 5.350-5.450 .

Apa dampak terpilihnya Trump?

Kebijakan Trump yang agak nyeleneh akan membuat banyak indecision dalam pasar, sehingga emas pun diburu. Ke depan pasar saham Amerika juga diperkirakan akan lebih volatil dan bumpy jika kebijakan Trump aneh-aneh.

Apa yang akan terjadi pada tahun 2017 nanti? Apakah dengan mengganti kebijakan yang dibuat Obama, dan dengan menerapkan kebijakan 1933 akan membuat krisis datang lebih cepat, atau kah justru pasar semakin bullish?

Lalu sektor apa yang akan berpengaruh di kepemimpinan Trump?

Di tengah sentimen seperti ini, saham sektor komoditas berpotensi menguat. Selain karena fundamentalnya masih bagus, sektor komoditas khususnya sektor energi ini bisa mendapat sentimen atas kemenangan Trump.

Sebab Trump dinilai akan banyak mengambil kebijakan yang mendorong kegiatan industri. Mungkin, industri militer juga akan dieksploitasi dan industri ini butuh konsumsi energi yang tidak sedikit. Alasannya dalam kampanyenya selama ini, Trump lebih sering melempar isu terkait agresi militer.

Konon, harga minyak pun bisa terdorong naik, ketika Trump terpilih jadi presiden sehingga menjadi sentimen positif buat saham energi.

Muncul spekulasi bahwa sektor finansial melaju seiring adanya pandangan bahwa, di bawah pemerintahan Trump regulasi terkait dengan sektor perbankan akan lebih sedikit ketimbang Clinton.

Perlu Anda ketahui, selama dua tahun terakhir, saham sektor energi berada dalam tren penurunan. Ini ada kaitannya dengan kebijakan Obama yang mengurangi intensitas agresi militer selama periode tersebut. (drk/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads