Bapindo Sekuritas: Saatnya Saham Sektor Konsumer Rebound

Bapindo Sekuritas: Saatnya Saham Sektor Konsumer Rebound

- detikFinance
Senin, 20 Des 2010 07:01 WIB
Jakarta - Bursa saham Asia sepanjang pekan lalu dipengaruhi oleh turunnya saham-saham keuangan di China akibat kekuatiran investor akan langkah pengetatan lebih lanjut setelah China minggu lalu menaikkan rasio syarat peminjaman Bank untuk keenam kalinya di tahun 2010 untuk menahan inflasi yang akhir-akhir ini mencapai titik tertinggi dalam dua tahun terakhir. Dan ini juga sempat menjadi sentimen negatif di bursa saham kawasan Asia.

Sementara itu disisi lain, naiknya bursa saham Taiwan ke posisi tertinggi selama 31 bulan terakhir akibat derasnya dana asing yang masuk ke sana sebagai konsekuensi mulai membaiknya kondisi ekonomi serta kondusifnya situasi politik disana.

Survei manufaktur Tankan Jepang menunjukkan penurunan, yang artinya terjadi penurunan di dalam industri manufaktur. Akibat turunnya industri manufaktur di Jepang, nantinya akan berdampak pada data perdagangan yang akan dirilis pada hari rabu pekan ini. Diperkirakan ekspor akan menunjukkan penurunan serta impor diharapkan melampaui pertumbuhan ekspor sehingga akan menghasilkan surplus perdagangan yang lebih kecil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sepanjang pekan ini, bursa saha Asia akan dipengaruhi oleh rilisnya data perdagangan Jepang pada hari rabu serta pertumbuhan GDP kuartal ketiga Selandia Baru.
Sementara itu bursa saham Uni Eropa dan US bergerak variatif dengan mayoritas menguat tipis sepanjang pekan lalu. Sepanjang pekan lalu bursa saham Uni Eropa dan US dipengaruhi oleh turunnya saham perbankan di Uni Eropa akibat turunnya peringkat utang Irlandia serta Belgia oleh S&P menjadi negatif setelah sebelumnya stabil. Saham-saham produsen metal di Uni Eropa naik cukup signifikan akibat naiknya harga komoditas logam dunia.

Sedangkan bursa saham US sepanjang pekan lalu dipengaruhi oleh turunnya klaim pengangguran mingguan, serta naiknya angka penjualan ritel yang diluar ekspektasi pasar sempat menjadi katalis positif bagi pasar. Namun naiknya angka indeks harga konsumen (CPI) sebesar 0.1% yang tidak sesuai dengan ekspektasi pasar menimbulkan pertanyaan besar tentang seberapa banyak dari kenaikan penjualan ritel menyumbang angka inflasi.

Sepanjang pekan ini, bursa saham US akan dipengaruhi oleh rilisnya GDP, Existing Home Sales, Durable Goods Orders, Personal Income & Outlays, Consumer Sentiment, New Home Sales, Klaim Pengangguran Mingguan serta pengumuman rilisnya laba kuartalan emiten seperti Adobe, Walgreen, Nike dan ConAgra Food.

Pada perdagangan akhir pekan lalu (17/12), IHSG ditutup naik tipis sebesar 9.83 point atau 0.28% pada level 3,581.57, sekaligus membentuk candle white spinning top atau bullish reversal patterns. Yang menarik pada perdagangan akhir pekan lalu, kenaikan IHSG pada waktu itu disertai dengan buying power yang cukup signifikan. Sehingga secara teknikal IHSG memberikan sinyal indikasi akan mengakhiri penurunan jangka pendeknya.

Sepanjang pekan ini kami memproyeksikan saham-saham sektor konsumer akan mengalami technical rebound serta menjadi market mover dalam menyongsong hari raya Natal dan Tahun Baru yang merupakan momentum ataupun katalis positif bagi saham-saham sektor konsumer. Pada perdagangan hari ini kami memproyeksikan IHSG akan bergerak pada kisaran support 3,507.6- 3,638.07 resistance dengan kecenderungan menguat.
  • Saham-saham pilihan hari ini: BBNI, BUMI, HEXA, SMGR, UNVR.
  • Saham-saham pilihan sepanjang pekan ini: BMDN, MEDC, MYOR, UNVR, WIKA.
Β  (qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads