Indeks sektoral saham bergerak mixed dengan penguatan yang dipimpin sektor pertambangan sebesar 0,63% ke level 3.147,29 disusul indeks sektor perdagangan naik 0,36% ke level 463,12; indeks property naik 0,17% ke level 199,96; indeks perkebunan naik 0,11% ke level 2.181,91; dan indeks aneka industri naik 0,11% ke level 937,55. Di sisi lain, penurunan dipimpin indeks infrastruktur turun 0,99% ke level 801,64; indeks keuangan turun 0,70% ke level 459,80; indeks konsumer turun 0,38% ke level 1.058,21; indeks industri dasar turun 0,33% ke level 381,40; dan indeks manufaktur turun 0,22% ke level 800,70.
Indeks MBX melemah namun, DBX menguat. IHSG masih mengalami net foreign sell sebesar Rp 84,60 miliar dengan total pembelian asing Rp 689,57 miliar dan total penjualan asing mencapai Rp 774,17 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi IHSG menjelang libur, tidak semeriah perayaan Natal dan juga tidak memberika kado Natal berupa penguatan. Hal ini dikarenakan sepinya transaksi yang terlihat dari berkurangnya nilai dan volume transaksi. Baik lokal maupun asing juga mengurangi transaksinya. Tetapi, pengurangan pada transaksi asing tidaklah terlalu besar bila dibandingkan dengan penguatan yang terjadi sebelum-sebelumnya. Pada kondisi seperti ini terlihat bahwa jelang libur, investor lebih memilih untuk memegang dalam bentuk tunai (cash ). Selain itu, juga sudah mulai banyaknya pelaku pasar yang mengambil cuti hari raya.
Kondisi yang sama juga terjadi di bursa saham AS dimana mengalami pelemahan meski data-data ekonomi berupa GDP dan existing home sales mengalami kenaikan. Setelah beberapa hari mengalami kenaikan, beberapa saham-saham di bursa AS akhirnya melemah. Kondisi itu menutupi sejumlah sentimen positif seperti adanya rebound pada penjualan durable goods dan penurunan pengajuan klaim pengangguran AS sebanyak 3.000 menjadi 420.000. Saham-saham perumahan mengalami penurunan setelah Pemerintah menunjukkan data yang menunjukkan jumlah rumah baru yang terjual pada November lebih rendah dibanding proyeksi. Investor lebih concern ke libur Natal.
Kawasan Eropa jelang akhir tahun ini mendapat tarik menarik antara sentimen positif dan negatif, antara lain peminjaman dana dari ECB sebesar β¬ 20,6 miliar (US$ 27 miliar) kepada perbankan di Eurozone untuk memenuhi kebutuhan likuiditas selama 13 hari jelang akhir tahun 2010; keputusan Pemerintah Irlandia untuk mengambil alih kepemilikan Allied Irish Banks Plc (AIB) tanpa persetujuan shareholder dengan menyuntikan dana sebesar β¬ 3,7 miliar (US$ 4,8 miliar) atau kepemilikan saham Pemerintah naik dari semula 19% menjadi 92%; lalu ada kabar China akan melakukan pembelian obligasi Portugal senilai β¬ 4-5 miliar; serta pemberian peringkat BBB-
(negative outlook ) kepada Hungaria dari Fitch untuk utang luar negeri.
Pasar merespons beragam. Stimulus yang diberikan oleh ECB untuk sementara waktu mungkin bisa berguna namun, dalam jangka panjang justru dikhawatirkan menimbulkan permasalahan utang baru. Sementara peringkat Fitch terhadap Hongaria terlihat bahwa pemulihan krisis utang di Eurozone masih jauh dari harapan. Bursa Eropa bergerak beragam dan juga ada pula yang sudah libur pada Jumat (24/12). Investor sementara wait and see dan keluar pasar dan kemungkinan kembali pada sesi Senin (27/12).
Sementara itu, bursa saham Asia mayoritas ditutup melemah karena berkurangnya aktivitas perdagangan. Tapi, ada pula yang mencatatkan kenaikan seperti, Filipina, Singapore, Thailand, dan India. Investor sebaiknya mencermati efek kenaikan suku bunga China yang naik 0,25%.
Pada perdagangan Senin (27/12) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.570-3.591 dan resistance 3.629-3.647. Setelah candle membentuk bearish harami , diikuti dengan terbentuknya candle hammer. Meski trennya turun tapi dengan terbentuknya hammer mengindikasikan berkurangnya kekuatan daya jual. MACD masih mencoba untuk reversal dengan histogram yang semakin pendek. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali mendekati area oversold dan menunggu konfirmasi reversal. Bila IHSG tidak memberikan kado Natal, setidaknya masih bisa memberikan kado akhir tahun berupa penguatan di sisa 4 hari perdagangan meski diliputi kekhawatiran kenaikan suku bunga China, meluasnya efek krisis utang Eurozone, dan belum tercapainya target beberapa data ekonomi AS.
(qom/qom)











































