Indosurya Securities: IHSG Tertahan oleh Daya Jual

Indosurya Securities: IHSG Tertahan oleh Daya Jual

- detikFinance
Rabu, 16 Feb 2011 08:01 WIB
Jakarta - IHSG bergerak di area positif menjelang libur Maulid Nabi Muhammad SAW dengan kenaikan sebanyak 25 poin (0,74%) di level 3.416,77. Total volume perdagangan BEI mencapai 4,69 triliun unit saham dengan nilai total Rp 2,62 triliun. Sebanyak 128 saham naik, 87 saham turun, dan 82 saham stagnan. LQ-45 naik 0,85% ke 600,17 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,81% ke 483,62.

Indeks sektoral saham mayoritas menguat kecuali indeks industri dasar yang turun 0,07% ke level 347,21 dan indeks infrastruktur turun 0,07% ke level 753,88. Penguatan dipimpin oleh indeks aneka industri yang naik 2,19% di level 880,15; indeks perkebunan naik 1,32% ke level 2.050,86; indeks keuangan naik 1,15% ke level 428,51; indeks properti naik 0,95% ke level 174,98; indeks pertambangan naik 0,83% ke level 3.106,86; indeks perdagangan naik 0,79% ke level 480,53; indeks manufaktur naik 0,65% ke level 740,53; dan indeks konsumer naik 0,03% ke level 978,41. Indeks MBX dan DBX menguat.

IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 1,76 triliun dengan total pembelian asing Rp 2,96 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,20 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra International (ASII) naik Rp 1.150 ke Rp 49.550, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 950 ke Rp 45.200, Astra Agro Lestari (AALI) naik 750 ke level 23.000, United Tractors (UNTR) naik 650 ke level 23.200, Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) naik Rp 500 ke Rp 10.800, H.M Sampoerna (HMSP) naik Rp 450 ke Rp 25.700, Indospring (INDS) naik Rp 400 ke Rp 9.000, XL Axiata (EXCL) naik Rp 350 ke Rp 5.550, dan Sumi Indo Kabel (IKBI) naik Rp 350 ke Rp 1.860.

Menjelang libur Maulid Nabi Muhammad SAW, IHSG menguat. Volume total transaksipun mengalami kenaikan meskipun nilai total transaksi mengalami penurunan. Nilai transaksi beli asing mengalami kenaikan dan nilai transaksi jual mengalami penurunan sehingga mampu mencatatkan net buy yang jumlahnya lebih dari RP 1,5 triliun. Investor kembali masuk ke pasar setelah harga-harga saham mengalami oversold sebelumnya. Kenaikan volume perdagangan salah satunya dipicu oleh pergerakan saham BMRI terkait listing right sahamnya. Sebanyak 7 investor tercatat membeli saham rights issue BMRI yang menjadi hak Pemerintah yang tak dieksekusi senilai Rp 8,8 triliun. Transaksi ini ditangani oleh CC sebanyak 1.149.721.000 HMETD dan OD sebanyak 529.672.000 HMETD. Totalnya ada 1.679.393.000 HMETD, di atas rencana semula 1.559.372.392 HMETD. Transaksi dilakukan di harga Rp 5.250/HMETD (Rp 5.000/saham untuk BMRI dan Rp 250/saham untuk ke kas negara).

Bursa Asia Pasifik selama 2 hari perdagangan bergerak mixed dengan penguatan yang dipicu oleh rilis BoJ yang meningkatkan penilaian ekonomi untuk pertama kalinya dalam 9 bulan lebih cepat, mengantisipasi pertumbuhan ekonomi luar negeri dan mempertahankan suku bunga acuan antara 0-0,1% dan membeli aset sebesar US$ 60
miliar serta mengucurkan dana Β₯ 5 triliun untuk meningkatkan dana program stimulus moneter. PDB 2010 menyusut pada tingkat lebih kecil dari yang diperkirakan dalam 3 bulan terakhir. Selain itu, dipicu oleh mulai redanya konflik Mesir setelah Hosni Mubarak menyatakan mundur sebagai Presiden dan kenaikan impor China untuk Januari 2011 yang naik jadi 51% di atas perkiraan 28% dan data sebelumnya 25,6%. Perekonomian China menggeser Jepang sebagai kedua terbesar dunia. Tetapi, kenaikan ini bisa tertahan oleh kekhawatiran inflasi dan kenaikan kembali suku bunga acuan di China.

Bursa Eropa menguat pada perdagangan Senin (14/2) terkait dengan positifnya perkiraan data inflasi dan perdagangan China untuk Januari dan juga imbas mundurnya Hosni Mubarak sebagai Presiden. Pemerintah Cina memacu permintaan domestik tanpa mempercepat apresiasi mata uangnya. Ekspor China Januari naik 37,7% dan impor naik 51% yang membuat surplus perdagangan US$6,5 miliar dibandingkan US$13,1 miliar pada bulan Desember 2010. Bursa saham Eropa pada perdagangan Selasa (15/2) bergerak mixed dengan pelemahan pada Inggris, Iceland, dan Finlandia yang dipicu rilis Badan Statistik Inggris bahwa tingkat inflasi Januari lalu mencapai hingga 4%. Angka ini lebih tinggi dari perkiraan para ekonom yang meramalkan laju inflasi hingga sebesar 3,7% dan telah 2X lipat lebih tinggi dari target Bank of England (BoE).

Bursa AS pada perdagangan Senin (14/2) menguat dipicu kenaikan saham energi dan komoditi. Tetapi, volumenya masih rendah di bawah rata-rata harian sekitar 8 miliar saham. Kenaikan seiring dengan harga tembaga yang mencetak rekor tinggi setelah China mengimpor tembaga karena permintaan kuat untuk bahan dasar. Sementara itu, Presiden AS menyatakan akan memotong defisit AS sebesar US$1,1 triliun selama 10 tahun ke depan. Kongres harus tanda tangani rencana ini, partai Republik sebagai mayoritas, menyatakan tidak akan mengontrol dana yang digunakan. Budget ini akan menyediakan dana US$8 miliar untuk investasi energi.

Bursa AS pada perdagangan Selasa (15/2) justru mayoritas melemah kecuali Kanada dan Panama yang dipicu rilis Dept. Perdagangan bahwa penjualan ritel naik 0,3% pada bulan lalu, revisi Pemerintah pada data keuntungan penjualan dari tumbuh 0,6% menjadi 0,5%. Kenaikan biaya impor 1,5% pada Januari karena kenaikan harga untuk energi, makanan, dan barang persediaan industri. Dept. Perdagangan juga melaporkan bisnis inventaris tumbuh 0,8% pada Desember. Indeks perumahan Wells Fargo merilis data pada Selasa yang menunjukkan kepercayaan para pengembang relatif rendah. Laporan data AS juga mengikuti China di mana harga consumer naik 4,9% pada Januari.

Pada perdagangan Rabu (16/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.375-3.396 dan resistance 3.433-3.450. Penguatan IHSG sebelum libur membentuk candle shooting star yang umumnya mengindikasikan keinginan kekuatan daya beli untuk mengangkat harga namun, tertahan oleh kekuatan daya jual yang ingin menekan harga. MACD telah membentuk death cross dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba mendekati area overbought . Berita-berita selama libur terdapat indikasi adanya tarik menarik sentimen positif dan negatif namun, dapat dimungkinkan dipakai untuk melanjutkan penguatan IHSG hari
ini. Meskipun berita positif berupa mulai kondusifnya politik di Mesir dan data makroekonomi dari China dan Jepang namun, juga menyimpan potensi berita negatif karena ketidakpastian kepemimpinan selanjutnya di Mesir dan masih tingginya tingkat inflasi di China yang dimungkinkan bagi China untuk kembali menaikkan GWM atau bahkan suku bunga acuannya.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads