Indeks sektoral saham bergerak mixed dengan pelemahan pada indeks perkebunan yang turun 1,56% ke level 1.981,17; indeks konsumer turun 0,93% ke level 980,95; dan indeks keuangan turun 0,17% ke level 429. Penguatan dipimpin oleh indeks industri dasar yang naik 2,94% di level 357,54; indeks aneka industri naik
2,88% ke level 901,39; indeks manufaktur naik 1,34% ke level 753,08; indeks properti naik 0,79% ke level 176,98; indeks infrastruktur naik 0,66% ke level 759,04; indeks perdagangan naik 0,50% ke level 482,83; dan indeks pertambangan naik 0,39% ke level 3.096,32. Indeks MBX dan DBX menguat. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 125,2 juta dengan total pembelian asing Rp 1,78 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,65 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra International (ASII) naik Rp 1.700 ke Rp 51.000, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 1.450 ke Rp 46.350, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik 600 ke level 15.050, Semen Gresik (SMGR) naik 300 ke level 8.700, Ace Hardware Indonesia (ACES) naik Rp 250 ke Rp 2.500, Harum Energy (HRUM) naik Rp 200 ke Rp 8.650, Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 150 ke Rp 12.700, FKS Multi Agro (FISH) naik Rp 140 ke Rp 1.920, dan Gowa Makassar Tourism Devp. (GMTD) naik Rp 130 ke Rp 660.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
8.877 per US$ naik dari sebelumnya di level Rp 8.904 per US$.
Bursa saham Asia Pasifik mayoritas bergerak menguat kecuali Taiwan, KorSel, Pakistan, Pakistan, dan Singapura. Penguatan ini menyusul perkiraan peningkatan pertumbuhan ekonomi AS dari The Fed dan peningkatan laba emiten. Padahal pekan lalu, indeks saham sempat melemah setelah China menaikkan biaya pinjaman dan kerusuhan di Mesir. Dari 454 emiten dalam indeks MSCI Asia Pacific yang telah melaporkan kinerja sejak 1 Januari untuk kuartal terbaru, 178 di atas estimasi, sedangkan 138 meleset.
Sentimen positif dari AS setelah para pembuat kebijakan AS menaikkan proyeksi GDP AS tahun ini dan membuat sedikit perubahan untuk prakiraan pengangguran dan inflasi. Selain itu, adanya perbaikan dalam pasar perumahan dan belanja konsumen sebagai langkah awal untuk pemulihan. Indikator saham teknologi informasi dan barang konsumsi mewah mencatatkan kenaikan terbesar di antara 10 kelompok industri dalam indeks MSCI Asia Pacific, yang semuanya positif.
Bursa saham Australia naik setelah Qantas Airways Ltd, maskapai utama Australia, melaporkan kenaikan laba karena meningkatnya perjalanan korporat dan liburan. Perusahaan berbasis energi pun menguat setelah minyak mentah untuk pengiriman Maret naik 0,8% ke level US$ 84,99/barel di New York.
Bursa saham Eropa bergerak mixed dengan pelemahan pada Jerman, Switzerland, Irlandia, Denmark, dan Finlandia. Pasar dipengaruhi laporan keuangan Nestle dan Capgemini yang diperkirakan mengalami peningkatan penjualan. Investor masih optimis tentang pasar dengan ekonomi global yang masih baik dan perusahaan yang mengalami kenaikan pendapatan. Permintaan pasar cukup tinggi terutama di negara berkembang sehingga akan membantu mengimbangi kenaikan bahan baku.
Sementara bursa kawasan AS mayoritas menguat kecuali Argentina, Chile, dan Kolumbia setelah data housing start naik 15% menjadi 596 ribu secara tahunan, jauh di atasestimasi yang menargetkan 539 ribu. Sebelumnya hasil pertemuan Federal Open Market Commettee (FOMC) Januari lalu menyebutkan, The Fed akan tetap menjalankan program quantitative easing (QE) dengan tetap membeli obligasi pemerintah AS hingga Juni 2011 dan meyakinkan pasar bahwa bank sentral AS belum akan memperketat kebijakan moneternya hingga akhir 2011. Pada saat yang sama, AS juga merilis data indeks harga produsen yang menunjukkan tekanan inflasi di AS yang juga sudah meningkat sama seperti yang terjadi di negara lainnya. Jika tekanan inflasi naik tapi ekonomi juga tumbuh, berpengaruh positif bagi bursa saham di AS dan
bursa saham di emerging market namun, US$ akan melemah. Semalam, bursa saham AS juga mendapat sentimen positif dari penguatan saham-saham teknologi. Pada saat yang sama juga dirilis peningkatan consumer prices selama 12 bulan yang naik 1,6%, dan peningkatan biaya energi dan harga makanan.
Pada perdagangan Jumat (18/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.404-3.419 dan resistance 3.445-3.456. Setelah IHSG membentuk gravestone doji pada posisi atas yang umumnya mengindikasikan kemungkinan adanya reversal dan gagal mengkonfirmasi adanya negative reversal tersebut maka IHSG berpeluang untuk melanjutkan penguatannya. Kekuatan daya beli masih tinggi untuk meningkatkan harga. Apalagi ditunjang oleh peningkatan volume dan pengaruh positif dari bursa saham Eropa, AS, dan regional yang semuanya mayoritas menguat. MACD masih bergerak tipis dengan histogram positif yang mulai memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba kembali bergerak mendekati area overbought .
(qom/qom)











































