Millenium Danatama: Bursa Global Beri Sentimen Negatif

Millenium Danatama: Bursa Global Beri Sentimen Negatif

Millenium Danatama Sekuritas - detikFinance
Kamis, 17 Mar 2011 09:09 WIB
Millenium Danatama: Bursa Global Beri Sentimen Negatif
Jakarta - Support kuat di 3500an masih bertahan setelah IHSG kembali mencoba menembus level tersebut pada perdagangan Rabu (16/02). Setelah sempat tertekan hingga level 3494 indeks akhirnya ditutup menguat tipis 6,994 poin (+0,2%) di level 3531,477. Sektor pertanian (+1,54%) menjadi penyelamat indeks dimana tidak ada saham yang mengalami penurunan di sektor ini. Secara keseluruhan 115 saham naik, 82 turun, 85 tidak berubah dan sisanya tidak terdapat transaksi. Saham ENRG dan BNBR mencatatkan net buy terbesar dari investor asing sendangkan net sell terbesar oleh investor asing dialami saham PNLF dan UNSP.

Indeks-indeks utama di Amerika mendapat tekanan pada perdagangan tadi malam. Selain karena masih tidak jelasnya situasi di Jepang dan Timur Tengah, data-data ekonomi yang dikeluarkan juga mengecewakan analyst. Data housing starts turun 22.5% di 479.000 untuk bulan february jauh dari rata-rata forcast di 575.000, building permit juga turun 8.2% di 517.000 dibawah ekspektasi 573.000. Dow, Nasdaq dan S&P masing-masing ditutup di 11613,30 (-242,12poin;-2,04%), 2616,82 (-50,51poin;-1,89%), dan 1256,88 (-24,99poin;-1,95%).

Kemungkinan hari ini indeks akan kembali mencoba support karena sentimen negatif dari bursa Eropa dan Amerika tadi malam. Selama support di 3482 tidak dilalui maka membuka peluang untuk mengejar high 6 hari perdagangan yang lalu di 3609. Bila ternyata tekanan kebawah cukup kuat maka support berikutnya ada di level 3422. Pergerakan indeks dalam dua hari terakhir terlihat IHSG selalu kembali rebound dari posisi terendahnya, ini menunjukkan adanya kekuatan yang bisa membuat indeks naik bila terdapat katalis atau sentimen positif untuk pasar. Range pergerakan hari ini diperkirakan antara 3475 – 3600. Sektor aneka industri atau sektor infrastruktur yang pada perdagangan kemarin tertekan bisa menjadi pemimpin pada perdagangan hari ini.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads