Indosurya: IHSG Masih di Posisi Overbought

Indosurya: IHSG Masih di Posisi Overbought

- detikFinance
Senin, 18 Apr 2011 07:12 WIB
Jakarta - IHSG kembali naik dengan menguat 22,53 poin (0,61%) di level 3.730,51. Total volume perdagangan BEI mencapai 3,62 miliar unit saham dengan nilai total Rp 2,98 triliun. Sebanyak 126 saham naik, 76 saham turun, dan 113 saham stagnan. LQ-45 naik 0,77% ke 668,73 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,52% ke 517,77. Indeks sektoral saham mayoritas bergerak menguat dengan kenaikan pada indeks keuangan yang naik 0,87% ke level 496,57; indeks pertambangan naik 0,85% ke level 3.233,21; indeks industri dasar naik 0,79% ke level 398,53; indeks infrastruktur naik 0,60% ke level 767,34; indeks perkebunan naik 0,55% ke level 2.169,82; indeks manufaktur naik 0,49% ke level 837,97; indeks aneka industri naik 0,38% ke level 986,38; indeks konsumer naik 0,34% ke level 1.104,09; dan indeks properti naik 0,29% ke level 199,87. Sementara pelemahan hanya pada indeks perdagangan yang turun 0,07% ke level 480,92. Indeks MBX dan DBX menguat. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 80,44 miliar dengan total pembelian asing Rp 1,34 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,26 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 1.150 ke Rp 26.500; Dian Swastatika Sentosa (DSSA) naik Rp 1.000 ke Rp 26.500; Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 450 ke Rp 17.000; Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 400 ke Rp 17.000; Mandom Indonesia (TCID) naik Rp 300 ke level Rp 7.900; Astra International (ASII) naik Rp 250 ke Rp 55.100; Indomobil Sukses International (IMAS) naik Rp 250 ke Rp 8.050; Astra Agro Lestari (AALI) naik 250 ke level 22.800; dan Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik 250 ke Rp 22.500.

IHSG kembali masuk ke area positif dimana sebelumnya mengalami pelemahan. Investor kembali mengakumulasi saham-saham pilihan. Penguatan ini membawa IHSG menjadi salah 1 bursa saham yang naik tinggi setelah Pakistan dan Sri Lanka. Meski masih berada di area overbought dan terdapat beberapa aksi profit taking bahkan adanya insiden bom di Cirebon , IHSG masih mampu mencatatkan penguatannya. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.733,49 (level tertingginya) menjelang penutupan. Tetapi, juga sempat menyentuh level 3.706,68 (level terendahnya) di awal perdagangan dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.730,51. Volume perdagangan mengalami kenaikan namun, nilai total transaksi mengalami penurunan. Investor asing kini mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell . Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap US$ berdasarkan kurs BI ditutup di Rp 8.661/US$, tidak berubah dari sebelumnya. Rupiah sempat menguat seiring dengan prediksi Pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Q1-11 yang bisa mencapai 6,5% yang ditopang oleh peningkatan investasi dan ekspor, serta konsumsi masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bursa saham Asia Pasifik bergerak mix dimana penguatan terjadi pada Pakistan, Sri Lanka, Filipina, dan Thailand. Pergerakan bursa Asia Pasifik dipengaruhi oleh data ekonomi China dimana ekonominya tumbuh 9,7%, di atas rata-rata pada Q1-11 namun, inflasinya mencapai 5,4% pada Maret, lebih tinggi dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya dan di atas bulan Februari sebesar 4,9%. Pertumbuhan ekonomi China pun sebenarnya masih di bawah PDB Q1-10 sebesar 9,8% namun, data industrial
output China dirilis naik ke 14,8% dari sebelumnya 14,1% atau di atas prediksi 14%. Selain itu, adanya pelemahan pada permintaan barang-barang semikonduktor dan penurunan pasokan dari Jepang menutupi sentimen positif dimulainya kembali ekspor barang dari Jepang pasca bencana alam.

Bursa saham Eropa mayoritas menguat, kecuali Spanyol, Italia, Portugal, dan Iceland. Pergerakan bursa saham Eropa dipengaruhi oleh rilis Moody's yang menurunkan rating obligasi pemerintah Irlandia seiring dengan ekspektasi penurunan kekuatan keuangan pemerintah Irlandia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Pasar juga mendapat sentimen negatif dari kenaikan inflasi di China. Tetapi, secara tidak langsung berita tersebut menurunkan harga minyak. Pasar berasumsi penurunan harga ini setidaknya bisa meringankan beban emiten yang terkait langsung dengan penggunaan bahan bakar minyak sehingga direspon positif sesaat oleh investor.
Selain itu, pasar juga merespon positif kenaikan harga emas dimana diperkirakan akan mengkerek harga logam lainnya dan ekspektasi kenaikan laba Nestle SA dan Syngenta AG di Q1-11 yang di atas estimasi.

Bursa kawasan AS mayoritas bergerak menguat kecuali Kanada, Argentina, dan Meksiko. Pergerakan bursa saham AS dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan konsumen dan manufaktur yang lebih tinggi dari estimasi sehingga meningkatkan optimisme akan perekonomian. Tetapi, kenaikan ini tertahan oleh sejumlah sentimen negatif seperti prediksi pertumbuhan ekonomi AS dimana GDP turun menjadi 2,9% dari 3,1%; kenaikan jobless claim AS; dan turunnya laporan kinerja beberapa emiten di pekan kemarin. Tetapi, The Fed mengatakan kalau lonjakan harga komoditas tidak akan menyebabkan inflasi naik. Diharapkan pernyataan The Fed ini bisa menenangkan
pasar. Indeks Harga Konsumen, tidak termasuk harga pangan dan energi, naik 0,1% pada Maret atau lebih rendah dari estimasi yang naik 0,2%.

Pada perdagangan Senin (18/4) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.695-3.710 dan resistance 3.740-3.750. IHSG kembali menguat dimana sebelumnya melemah. Penguatan ini merupakan kali kedua setelah IHSG masuk dalam tren penurunan sejak terbentuknya shooting star pada 11/4/11. IHSG belum bisa menguat signifikan karena kondisi teknikal IHSG yang masih berada di area overbought . MACD telah membentuk death cross dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih mencoba naik namun, secara tren mulai kembali turun dan menyentuh batas overbought. Penguatan yang terjadi di akhir pekan kemarin masih membuat IHSG berada di atas area overbought . Belum adanya sentimen negatif yang signifikan menurunkan IHSG membuat IHSG terus berada di atas area overbought . Investor diharapkan mewaspadai sinyal terjadinya koreksi.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads