Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Bintang Indoensia (MLBI) naik Rp 16.000 ke Rp 285.000; Merck (MERK) naik Rp 2.500 ke Rp 98.000; Surya Toto Indonesia (TOTO) naik Rp 1.000 ke Rp 34.000; Indomobil Sukses International (IMAS) naik Rp 400 ke Rp 8.600; Telekomunikasi Indonesia (TLKM) naik Rp 300 ke level Rp 7.650; Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 250 ke Rp 17.200; Adira Dinamika Multi Finance (ADMF) naik Rp 200 ke Rp 11.800; Mayora Indah (MYOR) naik 200 ke level 11.700; dan Unilever Indonesia (UNVR) naik 150 ke Rp 15.150.
IHSG kembali bertengger di area positif di hari kedua pekan ini dimana di awal-awal perdagangan sempat melemah. Pelemahan ini seiring dengan memerahnya bursa Asia Pasifik akibat terkena imbas berita dari China terkait kenaikan GWM nya. Selain itu, posisi IHSG yang masih di atas area overbought juga memicu profit taking . Tetapi, kemarin IHSG berhasil rebound dan keluar dari ruang sentimen negatif tersebut. Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.732,78 (level tertingginya) menjelang penutupan dan juga sempat menyentuh level 3.691,29 (level terendahnya) di awal perdagangan dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.732,65. Volume
perdagangan mengalami kenaikan namun, nilai total transaksi mengalami penurunan. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy . Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap US$ berdasarkan kurs BI ditutup melemah di Rp 8.686/US$ dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp 8.670/US$. Pergerakan Rupiah dipengaruhi oleh berita negatif dari AS setelah S&P merevisi outlook surat uang jangka panjang AS dari stabil menjadi negatif. Tetapi, di sisi lain ada optimisme dari Jepang yang akan melanjutkan pembelian obligasi AS. Oleh karena itu, US$
menguat dan melemahkan Rupiah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bursa saham Eropa mayoritas menguat. Pergerakan bursa saham Eropa kali ini tidak seiring dengan penurunan burs saham Asia Pasifik dan bergerak positif setelah keluarnya berita perolehan laba emiten yang meningkat. Hal ini menjadi sentimen positif buat pasar dimana sebelumnya terkena sentimen negatif dari kenaikan GWM China dan penurunan rating outlook kredit AS. Tetapi, investor juga masih hati-hati dan mencermati kondisi ekonomi AS. Apalagi bank kelas atas seperti Goldman Sachs mengalami pelemahan. Investor berspekulasi tentang restrukturisasi utang Yunani yang menyebabkan tekanan jual terhadap Euro. Harga minyak mentah juga
melemah sebagai tanda ekonomi AS memburuk dengan downgrade rating utang AS.
Bursa kawasan AS mayoritas bergerak menguat. Pergerakan bursa saham AS dipengaruhi oleh kenaikan perusahaan pengembang dan beberapa saham konsumer. Pasar juga bereaksi positif seiring dengan naiknya emas yang sempat menyentuh level US$1.500/Oz dan melemahnya US$ terutama terhadap Euro setelah ECB berencana melanjutkan kenaikan suku bunganya. Kenaikan ini menutup berita negatif penurunan kinerja Goldman Sachs. Padahal sebelumnya, bursa kawasan AS didera aksi jual setelah rilis kinerja dari Citigroup, Bank of America, dan Google kurang bagus. Selain itu, sebelumnya pasar juga bereaksi negatif setelah S&P merevisi outlook jangka panjang AS menjadi negatif dari stabil dan kekhawatiran krisis utang Eropa.
Pada perdagangan Rabu 20/4) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.699-3.715 dan resistance 3.740-3.753. Meski dalam tren pelemahan namun, IHSG mampu ditutup menguat. Penguatan kemarin membuat candle IHSG membentuk upper dragonfly doji dimana pola ini umumnya mengindikasikan sebagai awal dari tren bearish. Tren ini sebenarnya telah terlihat saat candle upper long legged doji terbentuk sehari sebelumnya. Penguatan ini memposisikan, IHSG masih berada di sekitar area overbought . MACD masih bergerak datar dengan histogram negatif yang mulai memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak di sekitar batas overbought dan mencoba untuk turun. Meski masih di sekitar area overbought , IHSG dimungkinkan untuk menguat karena terpengaruh pergerakan regional namun, juga rentan mengalami profit taking . Investor diharapkan tetap mewaspadai sinyal terjadinya koreksi.
(qom/qom)











































