Sepekan Dow Jones -0.58%, Nasdaq Composite +1.39% dan S&P500 -0.24%. Pada pekan lalu, indeks Dow Jones dan S&P500 bergerak fluktuatif dan ditutup melemah akibat data ekonomi yang lebih rendah dari perkiraan, pernyataan The Fed bahwa ekonomi berpotensi melambat, tidak ada indikasi stimulus baru dari The Fed dan sentimen negatif dari krisis di Eropa.
Pada akhir pekan lalu, Dow Jones kembali ditutup melemah karena kecemasan akan sektor perbankan di Italia dan krisis kredit di Yunani. Investor khawatir bahwa pemerintah Yunani akan gagal meloloskan rencana penghematan pada pekan ini karena tidak disetujuai oleh parlemen, yang dapat membuat Yunani mengalami default.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Data ekonomi GDP Q1 revisi yang lebih baik dari sebelumnya (act 1.9% vs cons 2% vs prev 1.8%) dan data durable orders bulan Mei yang meningkat (act 1.9% vs cons 1.6% vs prev -2.7%), tidak dapat meng-offset sentimen negatif dari Eropa tersebut.
Sementara itu data ekonomi yang akan dirilis pada pekan depan ialah personal incomes, consumer spending, Case-Shiller home price, consumer confidence, pending home sales, jobless claims, Chicago PMI, ISM dan construction spending. Pada pagi ini indeks bursa Asia bergerak melemah.
IHSG Diperkirakan Mix To Low. (Range: 3820-3870). IHSG berhasil ditutup menguat melanjutkan tren positifnya yang telah berlangsung selama sepekan kemarin, namun penguatan indeks di level 3,848,56 kemarin tampak belum juga mampu melewati resistance level pada kecenderungan naik yang pernah dibuatnya yang apabila level tersebut dapat dilalui maka diperkirakan dapat mempermudah dalam laju kenaikan berikutnya. Hari ini diperkirakan indeks akan mencoba kembali menguat di atas tren, namun berpotensi untuk melemah jika ternyata gagal berada di atas kecenderungan tersebut.
(ang/ang)











































