Indosurya: IHSG dalam Pekan Positif

Weekly Review

Indosurya: IHSG dalam Pekan Positif

- detikFinance
Senin, 25 Jul 2011 07:37 WIB
Jakarta - Akhir minggu lalu IHSG berada di posisi 4.106,82 atau menguat 83,47 poin (2,07%) bila dibandingkan dengan penutupan akhir minggu sebelumnya. Indeks Lq-45 juga tercatat naik 18,26 poin (2,58%). Indeks utama lainnya pun juga kompak menguat. Dari pergerakan indeks sektoral terlihat mayoritas mengalami kenaikan, kecuali indeks keuangan. Adapun penguatan paling besar di alami oleh indeks pertambangan dan diikuti oleh indeks perkebunan dan indeks aneka industri. Sementara itu, dari pergerakan harga kontrak komoditas terlihat bergerak menguat kecuali nikel.

IHSG selama sepekan kemarin bergerak hampir menyamai pola pergerakan seperti pada awal bulan. Saat itu, penguatan di awal pekan diikuti dengan pelemahan selama 2 hari berturut-turut dan kemudian menjelang akhir pekan kembali menguat dan menyentuh rekor terbarunya. Kali ini pun hampir sama namun, hanya diikuti pelemahan 1 hari setelah menguat di awal pekan. Pada akhir pekan pun IHSG mampu mempercepat harapan para pelaku pasar dengan ditembusnya level 4.100. Selain faktor global, penguatan di awal pekan dipengaruhi oleh rilis pertumbuhan industri manufaktur dalam negeri pada Q2-11 hingga 5,6% dibanding periode yang sama tahun lalu sehingga makin memberikan sentimen positif.

Bisa dikatakan, pergerakan IHSG selama sepekan kemarin menepis faktor negatif. Padahal bursa global saat itu sempat terkena sentimen negatif dari hasil stress test perbankan Uni Eropa yang dinilai gagal memulihkan keyakinan para investor terhadap potensi krisis utang zona Eropa dan ancaman penurunan kredit utang AS karena alotnya pembahasan tersebut. Tetapi, keadaan berubah setelah disetujuinya proposal yang disampaikan Gang of Six yang menjadi indikasi akan tercapainya kenaikan batas atas utang AS dari level US$14,29 triliun. Selain itu, hasil pertemuan para MenKeu Eropa yang menyepakati suntikan dana segar dengan memberikan pinjaman ke Yunani, Irlandia, dan Portugal juga turut memberikan sentimen positif. Saham-saham perbankan dan tekonologi juga mengalami reli menjelang akhir pekan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sepekan ke depan, meski IHSG masih diliputi awan positif namun, diperkirakan juga terdapat faktor penghambatnya. Sudah overboughtnya mayoritas saham yang juga membuat IHSG berada di atas area overbought bisa memicu aksi profit taking. Dari luar negeri, meski proposal Gang of Six telah disetujui namun, proposal ini nantinya akan disampaikan ke tingkat parlemen. Di sinilah, akan menjadi fokus perkembangan utang AS ke depannya. AS akan bertaruh terhadap rating kredit utangnya. Apalagi kemarin, partai Republik AS menantang ancaman veto dari Obama dengan siap memperpanjang tenggat waktu pembahasan batas utang dalam jangka pendek. Selain itu, juga terdapat keragu-raguan dari sejumlah pengamat atas pemberian bantuan Yunani, apakah pengurangan utang ini cukup menunda restrukturisasi jangka menengah.

Diperkirakan IHSG pekan depan akan bergerak pada rentang support 3.966-4.036 dan resistance 4.143-4.179. Candle hampir membentuk White marubozu namun, terdapat ekor bawah. Upper bollinger band masih tersentuh. Indikator teknikal lainnya juga memperlihatkan IHSG masih berada di atas area overbought. Data-data ekonomi yang nantinya akan keluar diantaranya Industrial Production (YoY) Taiwan; Consumer Confidence Italia; Trade Balance New Zealand; Industrial Production Singapura; Consumer Confidence Perancis; GDP (QoQ) Inggris; Consumer Confidence, New Home Sales, dan Manufacturing index, Durable Goods Order (MoM) AS; dan Retail Sales Jepang.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads