Bila dilihat sejak awal tahun ini, IHSG telah mengalami kenaikan 10,89%. Penguatan ini membuat bursa saham Indonesia tercatat sebagai bursa yang berkinerja terbaik di kawasan Asia Pasifik sepanjang tahun ini.
Arus dana asing yang terus mengalir ke pasar domestik menjadi salah satu faktor utama penguatan IHSG. Sepanjang tahun ini hingga pekan ketiga Juli nilai pembelian bersih asing mencapai Rp.22,37 triliun di pasar saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perkembangan positif di pasar keuangan tersebut mencerminkan iklim investasi di Indonesia semakin kondusif bagi pelaku pasar. Tingkat return yang menarik dan resiko yang relatif rendah membuat investor tertarik menanamkan dananya di Indonesia.
Di pasar saham ini ditopang dengan kinerja emiten yang mencatatkan pertumbuhan laba yang kuat. Sementara resiko pasar terutama yang bersumber pada perkembangan pasar global seperti persoalan krisis utang di kawasan Uni Eropa dan persoalan kenaikan paguh utang AS dinilai bersifat sementara.
Untuk perdagangan hari ini, diperkirakan pergerakan indeks komposit akan cenderung konsolidasi. IHSG yang relatif tinggi mencapai di atas 4100 membuat pelaku pasar cenderung melakukan aksi ambil untung. Namun apabila terjadi koreksi, sifatnya sementara dan terbatas, untuk melanjutkan penguatan berikutnya.
Beberapa saham lapis dua dan tiga seperti yang bergerak di sektor energi dan pertambangan masih berpeluang menguat. Ini ditopang harga minyak mentah yang mencapai USD99,81/barrel. IHSG diperkirakan akan bergerak pada kisaran resisten di 4100 hingga 4150. Sedangkan level support ada di kisaran 3980 hingga 4010.
Perhatikan :
TLKM 7200-7600 Buy
BUMI 3000-3250 Trading Buy
MEDC 2325-2700 Buy
BMRI 7550-7900 Buy
DOID 990-1100 Buy
HRUM 10250-10800 Sell on Strength
ANTM 2000-2250 Buy
BRAU 530-600 Buy
AKRA 2350-3000 Maintain Buy
ENRG 215β250 Trading Buy Β
(ang/ang)











































