First Asia Capital: Koreksi Teknikal akan Terjadi

First Asia Capital: Koreksi Teknikal akan Terjadi

First Asia Capital - detikFinance
Kamis, 28 Jul 2011 09:38 WIB
First Asia Capital: Koreksi Teknikal akan Terjadi
Jakarta - IHSG kembali mencatatkan level tertinggi baru di 4174,112, atau menguat 41,335 poin (1%) dari posisi penutupan kemarin. Penguatan tersebut terutama ditopang oleh saham sektor perbankan seperti BBNI, BBRI, dan BMRI dan saham Grup Astra.

Aliran dana asing yang masuk menjadi penopang utama penguatan indeks komposit seperti tercermin dari nilai pembelian bersih asing yang mencapai Rp.423 miliar kemarin. Meningkatnya arus dana yang masuk ke pasar keuangan Indonesia juga terlihat dari penguatan rupiah atas dolar AS yang sudah berada di Rp.8489/USD, merupakan posisi terkuat rupiah terhadap dolar AS dalam tujuh tahun terakhir.

Penguatan rupiah atas dolar AS ini sebagai imbasan dari tren pelemahan dolar AS atas sejumlah mata uang dunia. Pelaku pasar terlihat cenderung melepas dolar AS sebagai bentuk kekhawatiran terhadap potensi default yang bisa dialami oleh negara superpower tersebut menyusul belum tercapainya kesepakatan atas rencana kenaikan plafon utang dan pengurangan defisit anggaran AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Situasi ini membuat para fund global lebih tertarik memutar dananya di pasar emerging market dimana Indonesia menjadi salah satu tempat yang sangat prospektif di mata mereka. Sementara itu rilis laporan keuangan paruh pertama emiten sudah mulai keluar dan umumnya mencatatkan pertumbuhan laba yang kuat.

Ini juga menjadi faktor pendorong aksi beli atas saham-saham yang tercatat di lantai bursa. Pada perdagangan hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan terjadinya technical correction, terutama terhadap sejumlah saham unggulan yang harganya berada pada area overbought.

Apalagi dipicu oleh sentimen pasar saham global yang masih belum kondusif. Tadi malam indeks Dow Jones dan S&P 500 di Wall Street masih mengalami tekanan masing-masing terkoreksi 1,59% dan 2,03%. Pasar saham Eropa juga mengalami hal yang sama. Di pasar komoditas, harga minyak juga mengalami tekanan turun 2% lebih ke USD96,95/barrel pagi ini.

Masih berlanjutnya kekhawatiran terhadap persoalan plafon utang AS masih menjadi faktor utama penyebab koreksi di pasar saham global. Namun setiap koreksi yang terjadi bisa dimanfaatkan untuk melakukan pembelian selektif secara bertahap, terutama terhadap saham-saham unggulan di sektor perbankan, otomotif, manufaktur, dan barang konsumsi.

Saham-saham sektor tersebut akan diuntungkan dengan tren penguatan rupiah atas dolar AS. Bagi investor ritel disarankan untuk mulai memperbesar posisi cashnya dan bermain dalam pola trading mengingat katalis positif dari kinerja emiten hampir terefleksi pada harga sahamnya di pasar. Hari ini IHSG diperkirakan akan bergerak pada level support di 4107 dan resisten di 4211.

Perhatikan :
BJBR 1190-1270 Sell on Strength
NIKL 375-400 Sell on Strength
INCO 4250-4450 Buy
TLKM 7250-7600 Buy
WINS 370-500 Spec Buy
ENRG 225-260 Buy on Weakness
BBRI 6700-7200 Buy if break 6900
CMNP 1340-1480 Trading Buy
KRAS 1080-1200 Sell on Strengh

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads