Dow Jones Industrial Average. Indeks Dow Jones turun tajam selama 5 hari berturut-turut sebesar total 597 poin (5%), setelah market mencermati data GDP AS kuartal 2/2011 yang turun menjadi 1,3%, lebih buruk dari ekspektasi awal 1,8% serta hasil revisi GDP Q1/2010 sebesar 0,4% dari 1,9% dan meningkatkan kekhawatiran baru terjadinya Double-Dip. Namun demikian, kabar pada hari Minggu cukup menggembirakan karena DPR AS mendekati kenyataan menyetujui pagu hutang senilai US$3 triliun akan memberikan angin segar bagi para pelaku pasar. DJIA akhir pekan lalu (28/07) ditutup turun 0,79% atau 96,87 poin terakhir berada pada level 12.143,24
Secara teknikal, IHSG masih berada di area overbought namun berhasil ditutup pada jumat lalu diatas garis support 4.125. Belum jelas terlihat apakah trend yang terjadi beberapa minggu terakhir yang mengabaikan faktor teknikal masih dapat terulang kembali atau tidak. Akibatnya faktor regional dan psikologis pasar masih menjadi penentu penggerak IHSG untuk beberapa hari kedepan. Volume perdagangan yang terjadi pada jumat lalu relatif sama dibanding volume perdagangan pada hari sebelumnya. Asing mencatatkan transaksi net buying sekitar Rp274 miliar, sehingga YTD posisi net buying asing kembali meningkat menjadi sekitar Rp13,6 triliun. Pagi ini indeks regional Asia rata-rata menguat, Nikkei menguat 1,65% dan Kospi positif 1,65%, berdasarkan data-data diatas kami memperkirakan IHSG akan menguat pada perdagangan hari ini. Adapun posisi support 1 dan 2 berada pada level 4.125 dan 4.110 sedangkan resistance 1 dan 2 berada pada level 4.133 dan 4.152.
(ang/ang)










































