Pada perdagangan tadi pagi, hampir semua indeks saham global kembali turun, khususnya di bursa saham Amerika Serikat dan Eropa.
Indeks Dow Jones kembali turun sebesar 634,76 (5,55 %) di level 10809,85. Indeks S&P 500 turun 79,92 (6,90%) di level 1119,46, dan indeks Nasdaq turun 174,72 (6,90%) di level 2357,69. Demikian juga dengan indeks di bursa Eropa kembali melemah. Seperti, Indeks FTSE turun 137,71 (2,62%) di level 5109,28. Indeks DAX turun 312,89 (5,02%) di level 5923,27. Indeks CAC 40 turun 153,37 (4,68 %) di level 3125,19.
Tingginya ketikdapastian global saat ini juga tidak hanya membuat harga saham turun, tetapi juga membuat harga komoditas, khususnya harga minyak juga turun. Data dari perdagangan kemarin menunjukkan, harga minyak Jenis Brent turun 4,89 % di level $104,02/barel. Sedangkan harga minyak jenis WTI turun turun 6,65 % di level $ 81,10/barel. Sementara, harga emas kembali menunjukkan tren kenaikan, dimana emas pada perdagangan kemarin ditutup naik sebesar 4,06 % di level $ 1718,00/troy ons.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hampir semua indeks sektoral juga terkoreksi. Sektor Agricultural turun 1,04 % di level 2252,61. Sektor pertambangan turun 2,65 % di level 3029,11. Sektor Basic Industri turun 0,28 % di level 386,44. Sektor Konsumer turun 1,40 % di level 1236,24. Sektor property turun 1,56 % di level 218,26. Sektor Infrastruktur turun 1,08 % di level 730. Sektor Keuangan turun 1,7 % di level 513,43. Sektor Perdagangan turun 2,74 % di level 522,90. Dan sektor Manufaktur turun 1,69 % di level 922,75.
Sedangkan indeks saham di bursa regional juga hampir semua mengalami tren koreksi. Indeks Shanghai turun 99,60 (3,79%) di level 2526,82. Indeks Hanseng turun 455,57 (2,17%) di level 20490,57. Indeks KS11 turun 74,30 (3,82%) di level 1869,45. Indeks Nikkei tuurun 202,32 (2,18%) di level 9097,56. Dan Indeks STI turun 102,92 (3,44%) di level 2891,86.
Tekanan jual terhadap saham-saham di bursa dalam negeri yang terjadi kemarin, memang tidak bisa dilepaskan dari kondisi ketidakpastian ekonomi global yang terjadi saat ini, pasca diturunkannya rating obligasi pemerintah Amerika Serikat oleh S&P dari AAA menjadi AA dengan outlook negatif, dimana peringkat ini sudah bertahan sejak tahun 1941. Dengan penurunan peringkat ini, memang memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap seluruh sistem keuangan global, karena AS masih memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap total GDP secara global. Penurunan rating ini juga memberi sinyal bahwa ada permasalah serius terhadap fundamental ekonomi AS secara keseluruhan, khususnya mengenai utang yang sejak zaman Presiden Reagen sampai Obama menunjukkan tren peningkatan yang membuat total utang AS saat ini mencapai hampir 98 % terhadap GDP nya. Jadi, tidak ada pilihan bagi pemerintah AS selain melakukan pengurangan utang.
Hal ini akan secara langsung akan berdampak terhadap kuali tas pertumbuhan ekonomi AS ke depan, karena akan adanya penghematan anggaran pemerintah federal dalam 10 tahun yang akan datang. Kondisi inilah membuat tekanan yang cukup besar, khususnya terhadap pasar saham minimal dalam jangka pendek. Ditambah lagi dengan kondisi di kawasan Uni Eropa yang kembali memburuk, setelah adanya kabar yang menyebutkan bahwa Spanyol dan Italia kemungkinan akan meminta tambahan bailout kepada bank sentral eropa (ECB), dimana jika hal ini terjadi, maka akan semakin menambah tekanan yang cukup besar terhadap sistem keuangan secara global.
Melihat perkembangan ekonomi dan keuangan Amerika dan Uni Eropa terkini yang tidak terlalu bagus, membuat investor global, khususnya fund manager asing untuk mengamankan porftofolionya, khususnya di bursa saham Asia yang selama ini sudah mengalami kenaikan yang cukup signifikan seperti bursa saham Indonesia.
Dengan situasi ketidakpastian seperti saat ini, maka IHSG kemungkinan masih akan melanjutkan koreksi pada perdagangan hari ini dengan rentang 3488-3900. Saham-saham unggulan masih akan berpotensi terkoreksi, walaupun beberapa saham sebenarnya sudah dalam nilai yang cukup wajar untuk dibeli dan berpeluang untuk kembali menguat, seperti PGAS, INDF, ICBP, CPIN, BMRI, ANTM, dan ASII.
(qom/qom)











































