First Asia Capital: Krisis Utang Bisa Segera Teratasi

First Asia Capital: Krisis Utang Bisa Segera Teratasi

First Asia Capital - detikFinance
Kamis, 11 Agu 2011 09:38 WIB
First Asia Capital: Krisis Utang Bisa Segera Teratasi
Jakarta - Perdagangan saham hari ini diperkirakan akan kembali mendapat tekanan jual menyusul memburuknya pasar saham global terutama di AS dan Eropa tadi malam. Kekhawatiran akan krisis utang Italia telah merembet ke Prancis dimana diperkirakan banyak perbankan Prancis akan terkena dampak paling parah akibat banyak memegang surat utang Italia.

Perbankan Prancis diperkirakan memegang hingga USD350 miliar surat utang Italia yang terancam gagal bayar. Indeks DJIA tadi malam kembali ditutup turun signifikan 4,62%, indeks S&P500 turun 4,42%, indeks FTSE100 London ditutup turun 3,05%, indeks DAX Jerman turun 5,13% dan CAC40 Prancis turun 5,45%.

Sementara pasar kembali memburu logam mulia emas yang harganya telah menembus USD1800/t.oz. Harga minyak mentah pagi ini turun kembali ke USD81,32/barrel setelah tadi malam sempat menguat ke USD82,89/barrel. Situasi pasar yang tidak menentu ini akan mempengaruhi psikologis pasar hari ini. IHSG yang kemarin berhasil rebound 3,44% di posisi 3863,576 kembali akan bergerak fluktuatif dalam rentang yang lebar dan akan mencoba menguji tahanan bawah di 3710.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemarin sejumlah saham sektor konsumsi, otomotif dan batubara berhasil menopang penguatan indeks. Aksi jual bersih investor asing sebesar Rp.208 miliar kemarin. Pelaku pasar disarankan tetap bermain dalam pola trading mengingat resiko pasar yang relatif tinggi.

Aksi beli bisa dilakukan pada saham-saham sektoral yang harganya terkoreksi signifikan dan kinerja industrinya tetap bertumbuh seperti sektor konsumsi, ritel, perbankan, infrastuktur dan pertambangan batubara. Strategi ini dipandang lebih efektif dalam menyikapi situasi global yang masih diliputi ketikpastian yang tinggi.

Investor ritel juga mesti mengatur posisi cash-nya yang sehat di tengah resiko pasar yang meningkat. Namun secara keseluruhan kondisi pasar yang fluktuatif ini dinilai bersifat sementara, mengingat Indonesia masih menjadi salah satu tujuan investasi yang menarik di dunia ini karena memberikan imbal hasil yang relatif tinggi dengan kondisi fundamental ekonominya yang lebih kuat.

Persoalan utang yang melilit banyak negara di kawasan utara dunia ini akan bisa teratasi mengingat kerjasama yang kuat antara negara akan bisa mengatasi persoalan-persoalan tersebut. IHSG diperkirakan akan kembali menguji tahanan bawah di 3710 dan resisten ada di 3905

Perhatikan :
BUMI 2525-2850 Spec Buy
ITMG 44500-46900 Buy on Weakness
UNVR 15000-16900 Sell on strength
BMRI 7200-7600 Sell on strength
BBRI 6350-6800 Sell on Strength
SMGR 8800-9250 Buy
ASII 64000-68500 Sell
PGAS 3200-3575 Buy on Weakness
KLBF 3350-3750 Buy on weakness
INDY 3000–3300 Buy on Weakness

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads