Lautandhana Securindo: Krisis Eropa Kembali Meningkat

Lautandhana Securindo: Krisis Eropa Kembali Meningkat

Lautandhana Securindo - detikFinance
Senin, 12 Sep 2011 09:16 WIB
Jakarta - Aksi profit taking melanda bursa Indonesia di akhir pekan lalu yang tercermin pada koreksi IHSG ke level 3.998,50, turun tipis 0.17%. Koreksi ini sejalan dengan arah bursa regional yang ditutup melemah terbatas disebabkan oleh turunnya data permintaan perlengkapan mesin Jepang, pengumuman inflasi China yang masih di atas 6% serta melambatnya pertumbuhan produksi manufaktur China. Sektor industri dasar, infrastruktur, dan aneka industri mengalami koreksi terbesar pada Jumat lalu. Hanya sektor perdagangan & jasa, properti, dan consumer yang berhasil ditutup menguat. Asing membukukan net buy Rp 53 miliar. Saham-saham top gainers adalah DSSA naik Rp 2.650, TOWR naik Rp 500, GGRM naik Rp 450, dan AMRT naik Rp 400. Sedangkan saham-saham top losers adalah ASII melemah Rp 700, EXCL melemah Rp 250, ITMG melemah Rp 200, dan SMDR melemah Rp 200.

Bursa Eropa akhir minggu lalu mengalami pelemahan sekitar 3% yang dipicu oleh mundurnya salah satu petinggi di bank sentral Eropa terkait kebijakan pembelian obligasi pemerintah serta turunnya saham-saham perbankan. Sementara itu, bursa Wallstreet pada Jumat lalu ditutup rata-rata turun di atas 2% yang didorong oleh ketakukan Yunani akan mengalami gagal bayar, pengunduran diri salah satu pejabat tinggi bank sentral Eropa, serta pesimistis rencana anggaran Presiden Barack Obama untuk penambahan lapangan kerja senilai US$ 447 miliar akan disetujui kongres. Dow Jones dan S&P turun masing-masing 3% dan Nasdaq turun 2%.

Bursaregional pagi ini dibukadengan dominasi melemah dimana indeks KLSE turun 0,36%, Nikkei turun hingga 2,06%, STI turun 2,22%. Sementara itu, IHSG pada hari ini kami prediksi akan melanjutkan penurunan seiringnya meningkatnya kekhawatiran krisis keuangan zona Eropa dengan kisaran 3.905,95-4.054,50. Investor disarankan untuk tetap mencermati saham yang memiliki fundamental yang bagus, seperti: ADRO, ITMG, BMRI, dan UNTR.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads