Indeks sektoral saham bergerak turun dengan pelemahan yang diawali pada indeks aneka industri yang turun 3,11% ke level 1.215,46; indeks keuangan turun 3,10% ke level 490,24; indeks industri dasar turun 2,30% ke level 388,89; indeks manufaktur turun 1,95% ke level 948,10; indeks properti turun 1,84% ke level 225,25; indeks perdagangan turun 1,62% ke level 522,37; indeks pertambangan turun 1,39% ke level 2.876,17; indeks infrastruktur turun 1,02% ke level 708,27; indeks konsumer turun 0,78% ke level 1.291,15; dan indeks perkebunan turun 0,31% ke level 2.269,28. Indeks MBX, ISSI, dan DBX melemah. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 1,42 triliun dengan total pembelian asing Rp 1,04 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 2,45 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Central Omega Resources (DKFT) naik Rp 500 ke Rp 3.650; Duta Pertiwi Nusantara (DPNS) naik Rp 170 ke Rp 880; Harum Energy (HRUM) naik Rp 150 ke Rp 8.050; Bank Danamon Indonesia (BDMN) naik Rp 100 ke level Rp 5.200; Chandra Asri Petrochemical (TPIA) naik Rp 75 ke level Rp 3.700; Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 50 ke level Rp 21.800; Ace Hardware Indonesia (ACES) naik Rp 50 ke level Rp 3.325; Unilever Indonesia (UNVR) naik Rp 50 ke level 17.100; dan Bhakti Capital Indonesia (BCAP) naik Rp 40 ke level Rp 520.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 8.730/US$ dari sebelumnya di Rp 8.622/US$ dipicu oleh outlook kebijakan moneter BI dan memburuknya kondisi Eropa. Sebelumnya BI mensinyalir akan melonggarkan kebijakan moneternya. Hal ini mulai terlihat dari keputusan BI yang di awal pekan lalu telah menurunkan tingkat suku bunga Fasbi (Fasilitas Bank Indonesia). Rupiah juga mendapat tekanan dari Eropa seiring aksi Moody's yang men-downgrade peringkat utang 2 bank di Perancis. Adapun pelemahan Rupiah tertahan seiring kabar pernyataan komisioner Eropa bahwa Eropa akan mempublikasi proposal penerbitan eurobonds. Jika hal ini mendapat persetujuan diharapkan bisa mengurangi krisis utang di wilayah tersebut.
Bursa saham Asia Pasifik bergerak melemah kecuali Hong Kong, China, Singapura, New Zealand, dan Pakistan yang dipicu pernyataan China sebelumnya yang berbalik tidak berencana membantu Eropa. Padahal pasar telah bersikap optimis pasca adanya pertemuan antara petinggi China dengan Eropa, khususnya kepada Italia dimana obligasinya akan dibeli China. Sikap China ini diperkuat dengan pernyataan PM China Wen Jiabao bahwa negara berkembang seharusnya mengurangi defisit anggaran dan menciptakan lapangan pekerjaannya. Bukannya semata-mata berharap China akan membantu perekonomian dunia. Tidak adanya pernyataan akan bentuan ke Eropa mengakhiri reli saham-saham Asia. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu Westpac Consumer Sentiment Aussie di level 8,1% dari sebelumnya -3,5%; Housing Starts (QoQ) Aussie di level -4,7% dari sebelumnya 3,3%; dan Industrial Production (MoM) Jepang di level 0,4% dari sebelumnya 0,6%.
Bursa saham Eropa ditutup menguat kecuali Iceland dan Luxemburg yang dipicu laporan Presiden Komisi Eropa, Jose Manuel Barosso yang menyatakan lembaganya akan berencana mengeluarkan obligasi bersama. Investor merespon positif hal ini akan dapat mengatasi krisis utang Eropa. Dari hasil pertemuan antara Jerman, Perancis, dan Yunani dicapai komitmen untuk mengurangi penyebaran krisis utang dan Yunani akan tetap berada di Eurozone. Hal-hal positif tersebut setidaknya menutup berita negatif dari pemangkasan 2 bank Perancis oleh Moody's. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Unemployment rate Inggris tetap di level 7,9% dan Industrial production (MoM) Eropa tetap di level 1% dari sebelumnya -0,8%.
Bursa kawasan Amerika menguat yang dipicu ekspektasi positif Investor setelah dihasilkan komiten dari pertemuan antara petinggi Jerman, Perancis, dan Yunani untuk mengatasi krisis utang dengan cepat. Juru bicara Jerman menyatakan, pimpinan Jerman dan Perancis telah melakukan conference call dengan Yunani untuk mereformasi semua sektor keuangan agar lebih ketat dan efektif. Data ekonomi yang dirilis yaitu MBA Mortgage Applications di level 6,3% dari sebelumnya -4,9%; PPI (MoM) di level 0% dari sebelumnya 0,2%; Retail Sales (MoM) di level 0% dari sebelumnya 0,3%; dan Business Investories (MoM) tetap di level 0,4%.
Pada perdagangan Kamis (15/9) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.701-3.750 dan resistance 3.872-3.945. IHSG kembali membentuk spinning tops yang seharusnya bisa menandakan kemungkinan terjadinya reversal. Posisi candle kembali berada di bawah lower bollinger bands . MACD membentuk death cross dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic bergerak mendekati area oversold . Laju IHSG menunjukkan perbedaan dengan laju bursa Eropa dan AS yang positif. Kekhawatiran berlebihan terhadap kondisi pasar telah melemahkan IHSG dan membawa posisinya kembali seperti pada Awal Agustus, meski tidak sampai di bawah 3.760. Investor bisa memanfaatkan kondisi ini untuk mengakumulasi saham-saham yang telah terdiskon besar.
(qom/qom)











































