Minyak light sweet diperdagangkan di level US$89 per barel menyusul spekulasi akan turunnya jumlah pasokan minyak di negara tersebut.
IHSG kemarin (14/9) ditutup turun 76 point (-1.95%) ke level 3,779.04 dengan investor asing tercatat melakukan net sell pada pasar regular sebesar Rp1.3 triliun dengan saham-saham yang paling banyak di jual a.l. BBRI, BMRI, UNTR, ASII dan BBCA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indikator Stochastic dan RSI masih bergerak downtrend menuju area oversold sementara MACD telah membentuk deathcross dengan MACD Histogram yang kembali memasuki area negatif.
Target koreksi IHSG berikutnya berada pada garis Fibonacci Retracement 23.6% di level 3,733 yang juga merupakan support kuat untuk IHSG.
Pada perdagangan hari ini (15/9), IHSG diperkirakan akan bergerak di-range 3,733-3,835 dengan kecenderungan kembali melemah secara teknikal, namun perlu diperhatikan sentimen positif yang datang dari bursa regional yang membuat IHSG berpeluang menguat.
Sementara itu, saham-saham yang dapat diperhatikan hari ini a.l CMNP, HRUM dan BDMN.
News & Analysis
- ASGR : Optimistis Capai Target
- BBRI : BW Plantation Raih Pinjaman BRI Rp 1,3 Triliun
- JSMR : Tol Serangan-Tanjung Benoa Dimulai November
- TOTL : Kontrak Baru Tembus Rp1 Triliun
Economic & Strategic
Economy: Penerbitan Obligasi Masih Marak
Economy: Peraturan BI Soal Devisa Berlaku 1 Oktober.
(qom/qom)











































