Jakarta - IHSG kembali ditutup melemah -24.7 pts ke level 3,774 (-0.65%), terjadi foreign net sell sebanyak Rp1.3 triliun. IHSG bergerak anomaly disaat bursa regional sebagian besar naik, IHSG sempat turun ke titik terendah di level 3,710 sebelum akhir nya sedikit menguat pada sesi penutupan. Penurunan rupiah terhadap US$ menjadi salah satu penyebab keluar nya dana asing dari bursa Indonesia, pada penutupan hari ini rupiah ditutup Rp8,788/US$. Sementara dari bursa regional, Hang seng ditutup naik +0.7%, Nikkei +1.76%, dan Singapore +0.97%. Rencana European Central Bank dan bank-bank sentral besar lainnya untuk memberikan kemudahan pinjaman dolar kepada bank-bank di kawasan Eropa menarik bursa Eropa dan US kembali menguat. Hal tersebut menyebabkan penarikan dollar besar-besaran dari negara-negara di Asia termasuk Indonesia. Hal tersebut menyebabkan penguatan dollar terhadap mata uang di Asia. Pada perdagangan semalam, Dow naik 1.66%, FTSE +2.11%, dan DAX +3.15%.
Tekanan jual terhadap obligasi semakin membuat penurunan yang dalam terhadap rupiah. Hal ini mempengaruhi penurunan pada beberapa saham yang banyak terpengaruh oleh nilai mata uang asing khususnya US dollar. Saham-saham berbasis domestik adalah saham yang aman untuk dikoleksi ditengah volatiliatas market yang sedang tinggi saat ini, sementara saham dari group Astra dan Perbankan secara valuasi menarik untuk dilirik setelah penurunan harga yang cukup dalam dan melihat fundamental mereka yang masih kuat. Secara technical, IHSG hari ini diperkirakan cenderung naik dengan perkiraan resistance terdekat di level R1 (3,803.78) dan support di level S2 (3,753.37).
Stock pick untuk hari ini antara lain:
Bank Central Asia (BBCA), Acc.Buy
Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Acc.Buy
United Tractors (UNTR), Acc.Buy
(ang/ang)