Memuncaknya kekhawatiran investor terhadap potensi resesi ekonomi seiring dengan ketidakmampuan para pemimpin global untuk mengatasi ancaman resesi eknomi global membuat ambruk pergerakan bursa Wall Street dan Eropa semalam yang akhirnya ditutup rata-rata sebesar 3%-5%. Kebijakan Operation Twist The Fed (buy back obligasi jangka panjang US$ 400 miliar) dinilai tidak optimal dan indikasi resiko pelemahan signifikan atas ekonomi AS merupakan sentimen negative bergugurannya bursa dunia. Ditambah lagi, China merilis data manufakturnya yang mengalami kontraksi signifikan. Saham-saham sektor jasa perminyakan dan perbankan yang kembali mengalami tekanan jual merupakan kontibutor terbesar pelemahan bursa global.
Pagi ini, bursa regional kembali dibuka serentak melemah signifikan dimana indeks KLSE -1,9; Nikkei -2,1%; STI –1,9% dan KOSPI -4,4%. Sementara itu, IHSG hari ini diperkirakan kembali melanjutkan pelemahan yang terjadi dengan kisaran trading di level 3.195-3.610. Saham-saham dengan fundamental baik merupakan stock pick kami.
(ang/ang)










































