Lautandhana Securindo: kekhawatiran Krisis Global Memuncak

Lautandhana Securindo: kekhawatiran Krisis Global Memuncak

Lautandhana Securindo - detikFinance
Jumat, 23 Sep 2011 09:39 WIB
Jakarta - IHSG pada perdagangan kemarin kembali ditutup anjlok sangat dalam sebesar 8,9% di level 3.369,14 dipicu oleh panic sell investor untuk terhindar dari kejatuhan yang jauh lebih dalam seiring dengan suramnya outlook ekonomi global dan dipangkasnya rating bank besar AS, yaitu Citigroup dan Bank of America. Koreksi IHSG yang terjadi merupakan pelemahan terburuk diantara melemahnya bursa regional. Keseluruhan sektor IHSG ditutup turun signifikan rata-rata sebesar 6%-10%. Asing masih kembali cetak transaksi net sell senilai Rp 825 miliar. Saham-saham top gainers diantaranya CNTX naik Rp 100, INPP naik Rp 60, GDYR naik Rp 50 dan EMTK naik Rp 50; sedangkan saham-saham top losers antara lain ASII turun Rp 6.050, ITMG turun Rp 5.250, MBAI turun Rp 4.800 dan HMSP turun Rp 3.200.

Memuncaknya kekhawatiran investor terhadap potensi resesi ekonomi seiring dengan ketidakmampuan para pemimpin global untuk mengatasi ancaman resesi eknomi global membuat ambruk pergerakan bursa Wall Street dan Eropa semalam yang akhirnya ditutup rata-rata sebesar 3%-5%. Kebijakan Operation Twist The Fed (buy back obligasi jangka panjang US$ 400 miliar) dinilai tidak optimal dan indikasi resiko pelemahan signifikan atas ekonomi AS merupakan sentimen negative bergugurannya bursa dunia. Ditambah lagi, China merilis data manufakturnya yang mengalami kontraksi signifikan. Saham-saham sektor jasa perminyakan dan perbankan yang kembali mengalami tekanan jual merupakan kontibutor terbesar pelemahan bursa global.

Pagi ini, bursa regional kembali dibuka serentak melemah signifikan dimana indeks KLSE -1,9; Nikkei -2,1%; STI –1,9% dan KOSPI -4,4%. Sementara itu, IHSG hari ini diperkirakan kembali melanjutkan pelemahan yang terjadi dengan kisaran trading di level 3.195-3.610. Saham-saham dengan fundamental baik merupakan stock pick kami.

(ang/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads