Indosurya: Penguatan Bursa Global Bisa Positif ke IHSG

Indosurya: Penguatan Bursa Global Bisa Positif ke IHSG

- detikFinance
Selasa, 27 Sep 2011 08:06 WIB
Jakarta - IHSG melemah 110,21 poin (3,22%) di level 3.316,14. Total volume perdagangan BEI mencapai 5,38 triliun unit saham dengan nilai total Rp 5,57 triliun. Sebanyak 26 saham naik, 263 saham turun, dan 35 saham stagnan. LQ-45 turun 3,13% ke level 574,15 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 3,59% ke level 451,46.

Indeks sektoral saham bergerak turun dengan pelemahan yang diawali pada indeks perkebunan yang turun 6,47% ke level 1.909,36; indeks pertambangan turun 5,47% ke level 2.391,18; indeks properti turun 5,45% ke level 193,01; indeks industri dasar turun 5,06% ke level 330,30; indeks aneka industri turun 3,45% ke level 1.031,97; indeks manufaktur turun 3,20% ke level 810,21; indeks perdagangan turun 2,54% ke level 464,66; indeks keuangan turun 2,44% ke level 437,17; indeks konsumer turun 1,84% ke level 1.113,24; dan indeks infrastrktur turun 1,34% ke level 656,22. Indeks MBX, DBX, dan ISSI melemah. IHSG mengalami net foreign sell sebesar Rp 114,93 milyar dengan total pembelian asing Rp 1,86 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,98 triliun.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Mandom Indonesia (TCID) naik Rp 700 ke Rp 8.600; BFI Finance Indonesia (BFIN) naik Rp 450 ke Rp 6.000; Multibreeder Adirama Indonesia (MBAI) naik Rp 400 ke Rp 15.800; Inti Agri Resources (IIKP) naik Rp 70 ke level Rp 720; XL Axiata (EXCL) naik Rp 50 ke level Rp 4.625; Ratu Prabu Energi (ARTI) naik Rp 50 ke level 325; Kalbe Farma (KLBF) naik Rp 50 ke level Rp 2.950; Ancora Indonesia Resources (OKAS) naik Rp 30 ke level Rp 280; dan Enseval Putera Megatrading (EPMT) naik Rp 30 ke level Rp 770.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG mengawali pekan ini dengan pelemahan sehingga menghapus harapan akan adanya rebound . Investor terlihat masih khawatir bahkan panik terhadap kondisi global yang belum sepenuhnya pulih sehingga terlihat ragu untuk mengakumulasi lebih banyak saham. Berbagai pemicu yang menyebabkan pelemahan bursa saham diantaranya kembali terapresiasinya US$ terhadap mata uang asia, terutama Rupiah; lalu, adanya force sell yang dilakukan oleh perusahaan efek dari rekening-rekening margin; serta pelemahan pada bursa saham regional pada perdagangan saham kemarin. Belum lagi, kondisi Eropa yang makin tidak jelas setelah MenKeu Jerman mengatakan Uni Eropa belum akan keluarkan dana bantuan pada pertemuan 3 Oktober mendatang.

Selama perdagangan, IHSG sempat menembus level 3.429.463 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan juga sempat menyentuh level 3.217,95 (level terendahnya) di awal sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.316,14. Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy .

Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 8.975/US$ dari sebelumnya di Rp 8.735/US$ dipicu ketakutan pasar terhadap memburuknya krisis utang Eropa. Apalagi, semakin dekatnya deadline pemberian dana bailout untuk Yunani akhir September namun, belum ada kejelasan akan sikap Uni Eropa menahan krisis lebih lanjut. Ketidakjelasan Uni Eropa mengatasi krisis semakin terlihat setelah beredarnya laporan bahwa Eropa tengah mempertimbangkan melindungi negara yang belum terkena krisis dan membiarkan yang sudah terpuruk seperti Yunani. Di sisi lain, beredar juga rumor, kecemasan krisis utang berubah menjadi krisis perbankan yang terlihat dari kejatuhan saham-saham perbankan di Eropa. Di sisi lain, Uni Eropa juga dikabarkan akan menambah dana The European Financial Stability Facility (EFSF). Tetapi, pasar masih ragu mengingat sebelumnya parlemen Jerman telah menunjukkan keberatannya untuk menambah dana dari jumlah sekarang €440 miliar.

Bursa saham Asia Pasifik bergerak melemah kecuali Sri Lanka dan Bangladesh yang dipicu meningkatnya kekhawatiran terhadap Eropa tidak akan mampu menyelesaikan krisis utang dan perkiraan rendahnya pendapatan beberapa perusahaan. Pasar kembali berfokus pada prospek pertumbuhan dan potensi penularan ke sektor perbankan. Pasar juga melihat bahwa para pembuat kebijakan Eropa tengah menghadapi tekanan untuk meningkatkan upaya-upaya mengatasi krisis utang. Perusahaan tambang Asia melemah seiring turunnya harga emas berjangka. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu Industrial Production (YoY) Singapura di level 21,7% dari sebelumnya 7,6% dan Trade Balance New Zealand di level US$ -641 juta dari sebelumnya US$ 111 juta.

Bursa saham Eropa ditutup menguat kecuali Norwegia dan Yunani yang dipicu kenaikan saham-saham keuangan seiring aksi pemerintah negara-negara Eropa dan ECB untuk mengatasi menyebarnya krisis lebih lanjut. ECB memutuskan untuk membeli obligasi pemerintah dan memotong tingkat bunga pinjaman. Sebelumnya, saham Eropa dibuka melemah setelah pembicaraan penanganan krisis utang di akhir pekan; komentar garis keras dari Kanselir Jerman; dan pengunduran diri CEO UBS. Apalagi pada pertemuan tahunan IMF menunjukkan rencana untuk membiarkan Yunani default dengan cara yang teratur dalam pertimbangan. Berbagai laporan juga menunjukkan rencana untuk rekapitalisasi sejumlah bank-bank Eropa. Di sisi lain, ECB dan EFSF diminta untuk menghentikan penularan menyebar ke Italia dan pasar obligasi Spanyol. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Business Climate Index Jerman di level 107,5 dari sebelumnya 108,7; Business Expectation Index Jerman di level 98 dari sebelumnya 100,1; dan Consumer Confidence Italia di level 98,5 dari sebelumnya 100,3.

Bursa kawasan Amerika menguat kecuali Venezuela dan Peru yang dipicu harapan terhadap pemimpin Eropa akan menemukan jalan memotong utang Yunani dan menyelamatkan bank Eropa. Hal ini setelah para pembuat kebijakan di Eropa sepertinya akan melakukan bailout ke sistem moneter melalui pembelian obligasi Pemerintah. Data ekonomi yang dirilis yaitu New Home Sales di level 295.000 dari sebelumnya 302.000 dan Trade Balance
Meksiko di level US$ -0,8 milyar dari sebelumnya US$ -1,17 milyar.

Pada perdagangan Selasa (27/9) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.100-3.200 dan resistance 3.425-3.532. IHSG kembali membentuk hammer . Posisi candle telah melewati lower bollinger bands . MACD bergerak melemah dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic telah menembus area oversold namun, terlihat adanya upaya reversal. Meski sentimen yang beredar di pasar belum sepenuhnya kuat mengangkat pasar namun, diharapkan penguatan bursa saham AS dan Eropa bisa berpengaruh positif pada pergerakan IHSG hari ini.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads