Indeks sektoral saham bergerak naik dengan penguatan yang diawali pada indeks industri dasar yang naik 7,53% ke level 355,17; indeks aneka industri naik 6,15% ke level 1.095,39; indeks perkebunan naik 5,79% ke level 2.020; indeks manufaktur naik 5,74% ke level 856,75; indeks properti naik 5,05% ke level 202,76; indeks keuangan naik 4,36% ke level 456,23; indeks konsumer naik 4,35% ke level 1.161,63; indeks perdagangan naik 4,27% ke level 484,48; indeks pertambangan naik 4,14%
ke level 2.490,19; dan indeks infrastruktur naik 3,89% ke level 681,75. Indeks MBX, DBX, dan ISSI menguat. IHSG mengalami net foreign buy sebesar Rp 42,20 milyar dengan total pembelian asing Rp 1,73 triliun dan total penjualan asing mencapai Rp 1,69 triliun.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Astra International (ASII) naik Rp 3.550 ke Rp 60.550; Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.600 ke Rp 51.600; United Tractors (UNTR) naik Rp 1.400 ke Rp 21.100; H.M. Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.150 ke level Rp 30.100; Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 1.100 ke level Rp 39.900; Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) naik Rp 900 ke level Rp 12.850; Mayora Indah (MYOR) naik Rp 800 ke level 13.000; Hexindo Adiperkasa (HEXA) naik Rp 750 ke level Rp 7.300; dan Indomobil Sukses Internasional (IMAS) naik Rp 700 ke level Rp 9.900.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan nilai tukar Rupiah/US$ berdasarkan kurs BI di level Rp 8.915/US$ dari sebelumnya di Rp 8.975/US$ dipicu kembali pulihnya keyakinan pasar terhadap upaya petinggi Eropa bisa mencegah terjadinya default Yunani dan mencegah kehancuran pada sektor kredit seperti kasus Lehman Brothers 2008. US$ pun berbalik arah, profit taking . Keyakinan investor bangkit seiring kabar bahwa pemerintah AS dan negara lainnya seperti Brazil dan Rusia mendesak Uni Eropa untuk menambah kapasitas dana The European Financial Stability Facility (EFSF). Bahkan beredar rumor, dana tersebut akan ditambah menjadi triliunan euro dari jumlah saat ini US$440 miliar. Tapi, itupun baru opsi. Selain itu, apresiasi Rupiah juga didukung oleh ekspektasi positif laju pertumbuhan ekonomi AS yang menunjukkan bahwa perlambatan global tidak seburuk yang diperkirakan. Selain itu, apresiasi Rupiah juga terjadi karena pelemahan US$ dan yen. Pasar berspekulasi, pimpinan Eropa hampir menemukan kesepakatan dalam menangani krisis utang Eropa sehingga memangkas permintaan aset-aset safe haven.
Bursa saham Asia Pasifik bergerak menguat kecuali Bangladesh. Sementara Filipina ditutup karena adanya badai. Pergerakan bursa saham Asia dipicu spekulasi bahwa para pimpinan Eropa akan menemukan kesepakatan dalam menangani krisis utang di kawasan tersebut. Investor juga memanfatkan posisi pasar saham saat ini yang sudah oversold. Ada potensi kenaikan bagi pasar saham untuk rebound seiring reaksi positif investor terkait kondisi di Eropa dan optimisme Eropa dalam menghalau krisis kredit. Saham-saham perbankan langsung melejit setelah ECB menyatakan akan terus melakukan pembelian obligasi dari bank-bank lain. ECB juga mempertimbangkan pinjaman 12 bulanan kepada bank lain. Di sisi lain, pernyataan MenKeu Jepang bahwa tidak akan mengabaikan sharing Jepang terkait dengan skema bailout ke Yunani dan harapan Eropa bisa keluar dari masalah krisis ditanggapi positif oleh investor bahwa krisis utang mulai dapat diatasi. Dari Asia Pasifik dirilis laporan ekonomi, yaitu Consumer Confidence KorSel di level 99; CSPI (YoY) Jepang di level 0,4% dari sebelumnya -0,3%; dan Trade Balance Hong Kong di
level US$ -34,8 milyar dari sebelumnya US$ -35,93 milyar.
Bursa saham Eropa ditutup menguat yang dipicu harapan positif pasar terhadap rencana para pejabat Uni Eropa untuk menyelesaikan masalah. Pada Senin kemarin para pejabat Uni Eropa merumuskan rencana untuk meningkatkan alokasi dana yang akan digunakan untuk membailout . Hal ini bisa untuk menolong Yunani dan melakukan rekapitalisasi bank Eropa. Di sisi lain, investor juga melihat masih adanya ketidakpastian saat ini antara pesimis dan optimis. Para invetor yang optimis melihat para politisi masih berpeluang mengatasi situasi krisis ini untuk beberapa pekan ke depan. Tetapi, ada pula yang khawatir terhadap keberhasilan dari tindakan untuk mengatasi krisis utang ini. Di Yunani, PM Papandreou mendapat dukungan dari parlemen untuk menerapkan pajak properti. Kebijakan tersebut dilakukan untuk memenuhi target pengurangan defisit sebagai cara menghindari default utang. Data ekonomi yang dirilis diantaranya Consumer Climate Index Jerman di level 5,2; M3 Money Supply (YoY) di level 2,8% dari sebelumnya 2,1%; dan CBI Distributive Trades Survey Inggris di level -15 dari sebelumnya -14.
Bursa kawasan Amerika menguat yang dipicu dengan optimisme investor terhadap kebijakan Uni Eropa tentang strategi baru mengatasi krisis. Sebelumnya Obama telah memperingatkan para pemimpin Uni Eropa soal krisis utang di kawasan tersebut dan meminta ketegasan untuk mengambil penyelamatan. Investor melihat ada kemajuan di Yunani dalam persyaratan untuk mendapat bailout internasional dan rencana Jerman untuk melanjutkan dukungan bagi negara tersebut. Data ekonomi yang dirilis yaitu Consumer Confindence di level 45,4 dari sebelumnya 45,2 dan Richmond Manufacturing Index di level -6 dari sebelumnya -10.
Pada perdagangan Rabu (28/9) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.255-3.365 dan resistance 3.535-3.597. IHSG kembali membentuk candle positif dan hampir membentuk white marubozu. Posisi candle masih di batas lower bollinger bands. MACD mencoba reversal dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic telah sedikit reversal dari area oversold namun, masih berada di sekitar area tersebut. Optimisme akan penyelesaian krisis utang telah membawa bursa saham Eropa dan AS menghijau. Diharapkan penguatan bursa saham AS dan Eropa bisa kembali berpengaruh positif pada pergerakan IHSG hari ini. Selain itu, dengan adanya kenaikan signifikan kemarin tidak dijadikan ajang profit taking bagi para spekulan.
(qom/qom)











































