Lautandhana Securindo: IHSG akan Terkoreksi

Lautandhana Securindo: IHSG akan Terkoreksi

Lautandhana Securindo - detikFinance
Kamis, 29 Sep 2011 09:11 WIB
Jakarta - IHSG kemarin ditutup terapresiasi 1,13% ke posisi 3.513,17. Indeks LQ45 ditutup naik 1,62%. Adanya sinyal para pemimpin Eropa akan segera merealisasikan rencana penanggulangan krisis utang dengan meningkatkan dana penyelamatan menjadi katalis kenaikan IHSG. Aksi beli selektif saham-saham unggulan turut berkontribusi pada penguatan IHSG. IHSG sempat berada di posisi tertinggi di 3.531,89. Hanya sektor properti dan komoditas yang ditutup turun. Sektor aneka industri mengalami kenaikan tertinggi. Bursa regional ditutup dengan dominasi naik. Asing cetak net buy Rp 252 miliar. Saham-saham yang menjadi top gainers adalah ASII naik Rp 1.650, UNTR naik Rp 850, PTBA naik Rp 650, dan ITMG naik Rp 600. Sedangkan beberapa saham top losers diantaranya TBMS tururn Rp 800, AMFG turun Rp 550, MBAI turun Rp 400, dan BRAM turun Rp 300.

Bursa Eropa ditutup turun rata-rata 1% setelah mengalami rali 3 hari berturut-turut seiring keraguan investor mengenai detail program penyelamatan krisis utang Eropa yang tidak kunjung rampung dan perbedaan pandangan petinggi Eropa dalam hal penyelesaian krisis. Bursa AS juga ditutup terkoreksi rata-rata 2% didorong oleh kekhawatiran pelemahan ekonomi global dan menunggu perkembangan selanjutnya program bailout di zona Eropa. Saham-saham sektor energi dan material memimpin pelemahan bursa Wallstreet. Sementara itu, pesanan barang tahan lama AS pada Agustus turun 0,1% dibanding Juli yang menunjukkan pelemahan permintaan automotif.

Bursa regional pagi ini dibuka melemah, Nikkei turun 1,07%, KOSPI turun 0,57%, KLSE turun 0,58%, dan STI turun 1,01%. IHSG hari ini kami prediksi akan terkoreksi menyusul lambatnya program penyelamatan krisis Eropa dan kekhawatiran perlambatan ekonomi global dengan kisaran level 3.393-3.635. Kami menyarankan investor untuk memperhatikan saham yang memiliki fundamental baik, seperti: ADRO, ASII, UNTR, ITMG, INDF, BMRI, dan BBRI.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads