First Asia Capital: Saham Tambang dan Energi Diburu

First Asia Capital: Saham Tambang dan Energi Diburu

First Asia Capital - detikFinance
Jumat, 07 Okt 2011 08:58 WIB
First Asia Capital: Saham Tambang dan Energi Diburu
Jakarta - Perdagangan saham kemarin berlangsung semarak, aksi beli mendominasi perdagangan. Diperkirakan sejumlah fund lokal mulai masuk melakukan pembelian. Sedangkan arus dana asing yang masuk ke pasar saham kemarin masih relatif kecil hanya Rp.39 miliar dalam bentuk pembelian bersih asing. Kondisi bursa global yang kembali membaik turut mengangkat sentimen beli pelaku pasar. Perkembangan positif di zona Euro dan data ekonomi AS yang membaik membuat kekhawatiran terjadinya krisis ekonomi global meredah. IHSG berhasil menembus level 3400, ditutup di 3443,106, atau menguat 4,.6%.

Rebound sejumlah harga komoditas energi dan pertambangan di pasar internasional menjadi pemicu aksi beli atas sejumlah saham pertambangan. Hari ini perdagangan saham masih akan berpeluang melanjutkan penguatan. Pelaku pasar merespon positif perkembangan bursa global yang kembali membaik. Ini terutama terlihat dari indeks di sejumlah bursa utama global mencatatkan penguatan tadi malam. Langkah Bank of England meningkatkan likuiditas di pasar mendorong kenaikan indeks FTSE di London hingga 3,7%. Di Wall Street indeks DJIA dan S&P 500 kembali melanjutkan rally masing-masing menguat 1,68% dan 1,83%. Sejumlah bursa utama Eropa seperti DAX Jerman dan CAC Paris juga menguat di atas 3% menyusul respon positif pelaku pasar atas langkah ECB mengucurkan stimulus lanjutan ke perbankan di zona Euro untuk mengantisipasi kesulitan likuiditas dan ancaman kredit macet apabila Yunani diyatakan default. Seiring dengan penguatan di pasar saham global, pasar komoditas juga melanjutkan rally-nya. Harga minyak mentah di AS tadi malam kembali menguat 3,6% mencapai USD82,59/barrel.

Seiring dengan mulai membaiknya pasar saham global, hari ini aksi beli diperkirakan masih akan berlanjut. Saham-saham pertambangan dan energi akan kembali diburu. Dari perkembangan domestik, pelaku pasar juga tengah menanti keluarnya kinerja kuartal III emiten yang diperkirakan bisa menjadi momentum penguatan lebih lanjut. IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang yang lebar dan berpeluang mencapai level resisten di 3548. Sementara support ada di 3342

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads