OSK Nusadana: Kejar Saham-saham BUMN

OSK Nusadana: Kejar Saham-saham BUMN

- detikFinance
Jumat, 21 Okt 2011 09:52 WIB
Jakarta - IHSG terkoreksi 62 pts dan turun ke level 3,622.7 (-1.70%) pada perdagangan kemarin, foreign tercatat net sell sebesar Rp 193 miliar. Market laggers untuk perdagangan kemarin masih dari ASII dan Banking, sementara market leaders atau yang menahan penurunan market antara lain PGAS, JSMR, dan TLKM. Sementara bursa regional dan harga komoditas turut tertekan sentimen dari rapat yang akan digelar di Eropa. Usaha pemimpin Eropa untuk menghentikan krisis utang di regional tersebut kembali menemui jalan buntu, setelah Prancis dan Jerman masih belum menemukan solusi untuk meningkatkan kekuatan dana talangan Zona Euro alias European Financial Stability Facility (EFSF).

Trading Idea
Kondisi market saat ini akan sangat bergantung pada hasil rapat di Brussel terkait keputusan dan tindakan yang akan diambil oleh Prancis dan Jerman untuk mengatasi masalah krisis hutang di Eropa. Perhatian investor akan sangat tertuju pada hasil rapat tersebut. Jika tidak ada hasil konkrit dari meeting tersebut, market diperkirakan masih akan terkoreksi lebih lanjut. Melihat kondisi Eropa yang masih kurang stabil, maka kita merekomendasikan saham-saham BUMN yang sifat nya defensive stock: TLKM, JSMR, dan SMGR.

Special mention: Pada perdagangan kemarin, CFIN menjadi salah satu saham yang masih dapat naik ditengah tekanan jual yang terjadi di Bursa. Secara valuasi, CFIN saat ini masih murah dengan 5.7x PER di 2011 dan P/BV di 0.8x, relatif lebih rendah jika dibandingkan Buana Finance (BBLD) 9.2x PE dan BFI Finance (BFIN) 11.2x. Secara technical, CFIN masih berpotensi untuk naik dengan resistance terdekat di 485-490, Support di 430, dan Indikator masih bergerak posituf. Meski demikian, hati-hati terhadap tekanan jual yang dapat terjadi

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara technical, IHSG hari ini diperkirakan masih cenderung konsolidasi namun dengan tekanan jual yang makin relatif berkurang. Hal ini terlihat dari daily risk saat ini yang makin berkurang dari sebelumnya yakni sekitar level 42.25 %. Support diperkirakan sekitar level 3,584.49 dan resistance di level 3,695.50. Indikator MFI Optimized terlihat akan mencoba untuk berbalik arah di support trendline.

Stock pick untuk hari ini antara lain:
Bank Central Asia (BBCA), BoW
Bank Rakyat Indonesia (BBRI), BoW
Indofood Sukses Makmur (INDF), BoW

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads