OSK Nusadana: Sektor Batubara Menaik untuk Dilirik

OSK Nusadana: Sektor Batubara Menaik untuk Dilirik

- detikFinance
Rabu, 26 Okt 2011 10:27 WIB
Jakarta - IHSG naik tipis, +3 pts dan tutup di level 3,710 (+0.10%) pada perdagangan hari selasa 25 Oct. Asing tercatat masih melakukan net buy sebesar Rp192 miliar, dengan saham-saham yang paling banyak dikoleksi antara lain ASII, UNTR, BBNI, ADRO dan TLKM. Sementara saham yang paling banyak dilepas asing (net sell) adalah PGAS, BBCA, dan BORN. Market movers untuk hari ini adalah TLKM (+1.37%), ADRO (+2.56%), BBCA (+0.62%) dan ASII (+0.36). Sementara market laggerd antara lain: BMRI (-1.44%), SMGR (-3.74%), dan PGAS (-2.65%). Sektor mining masih menjadi penggerak market hari ini dengan kenaikan sebesar +0.93% menyusul naik nya harga oil ke USD91 (+4.53%). Sementara sektor property mengalami penurunan terdalam sebesar -0.74%.

Sementara bursa regional ditutup melemah, Dow -1.74%, FTSE -0.41%, DAX -0.14% setelah belum ada kepastian dari penyelesaian masalah di Eropa. Belum ada nya kepastian dari pertemuan di Eropa turut mendorong kenaikan komoditas. Oil WTI naik +2.0% dan CPO naik +2.11%.

On The Platter
An Impresive quarter: BBCA IJ, NEUTRAL; TP: Rp 8,500

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada laporan keuangan di 3Q11, BCA mencetak laba bersih sebesar Rp 2.8 triliun pada 3Q11 (3.1% q-o-q, 34.5% y-o-y), dan mencetak total laba bersih selama 9M11 sebesar Rp 7.66 triliun (25.3% y-o-y). Angka tersebut 4% diatas estimasi kami dan konsensus. Pengeloalaan biaya yang terkontrol, penghasilan di luar bunga, dan stabil nya NIM adalah faktor-faktor yang menurunkan beban biaya perusahaan dari sebelum nya 46% pada 3Q10, menjadi 41% di 3Q11. Kami masih NEUTRAL untuk BBCA, dengan Target Price di Rp8,500 merefleksikan PE11f 19.9x dan PBV11f 4.7x

Energi Mega Persada (ENRG IJ) adalah perusahaan Oil and gas swasta no 2 terbesar di Indonesia. Perusahaan mencetak kerugian selama 3 tahun terakhir, dan kita melihat bahwa mereka dapat mencetak laba pada untuk tahun ini. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan ENRG sudah mencetak laba sebesar Rp 34 miliar pada 1H11. Pada periode yang sama tahun lalau, ENRG masih merugi sebesar Rp 75 miliar. EBITDA 1H11 ENRG naik hampir 3x lipat menjadi Rp 381 miliar, dari sebelum nya Rp 134 miliar pada 1H10. Kenaikan ini antara lain didorong oleh naik nya produksi 9% y-o-y dan produksi gas +17% (y-o-y). Kenaikan produksi juga didukung oleh kenaikan harga minyak (+41% y-o-y) dan harga gas (+44% y-o-y). Untuk 2012, perusahaan mengharapkan pertumbuhan produksi minyak dan gas akan menyentuh 50,200 boepd di 2012, dari sebelum nya 19,100 boepd pada thaun 2011.

Berdasarkan konsesi di Bloomberg, saat ini ENRG di perdagangkan di PE12f dan PBV12f di 10.1x dan 5.5x.

Trading Idea
Group Astra mengalami penguatan pada perdagangan di beberapa hari terakhir menyusul pembayaran dividen pada akhir bulan ini untuk AALI (Cum 24 Oct), ASII (Cum 26 Oct), AUTO (Cum 27 Oct) dan UNTR (Cum 27 Oct).

Sektor batubara menaik untuk dilirik. Kenaikan harga minyak di beberapa hari belakangan akan turut memberikan sentimen positif terhadap harga batu bara dan perusahaan-perusahaan yang memproduksi batu bara. Kenaikan harga minyak yang disebabkan spekulasi para investor yang memprediksi cadangan minyak di AS sudah menipis menjadi salah satu alasan naik nya harga minyak.

News Update
Laba bersih PTPP naik 30,87% pada 3Q11
Lepas Sorini, AKRA Cetak Laba Rp 2,126 Triliun
Barito Bayar Utang ke Mandiri US$13,32 Jt
Proses Regrouping BUMN Farmasi KAEF dan INAF

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads